Minggu, 15 November 2015

SKRIPSI LA ODE YUSRAN SYARIF



BAB  I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Dalam era globalisasi dewasa ini, dimana dunia semakin terasa sempit karena kemajuan  teknologi, terutama di bidang informasi, komunikasi dan teknolo­gi, terlihat tuntutan tugas bagi semua pihak yang se­makin meningkat dan semakin berat. Dikalangan organi­sasi pemerintah baik di tingkat pusat maupun di ting­kat daerah, mereka terasa perlunya penyelesaian tugas umum pemerintahan dan pembangunan dengan cepat, ber­daya guna dan berhasil guna.
Proses pelaksanaan administrasi  dapat dipercepat dan dipertepat serta praktis dengan meman­faatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terse­but, di samping dengan menggunakan cara kerja yang sesuai dengan prinsip-prinsip administrasi, organisasi dan manajemen yang moderen.
Administrasi, organisasi dan manajemen yang moderen itu hanya dapat terwujud apabila manusia sebagai pelaksananya berpikiran moderen dan maju atau disebut juga manusia moderen. Manusia moderen adalah mereka yang sadar dan berusaha meningkatkan “mutu hidupnya”. Mutu hidup itu hanya dapat terwujud apabila ia beker­jasama dengan orang lain dalam berbagai bentuk organi­sasi (organisasi pemerintah, organisasi niaga dan organisasi kemasayarakatan lainnya).
Sejalan dengan semakin meningkatnya kegiatan yang harus dilakukan mulai dari mengumpulkan, men­ginterprestasi, menyimpan dan menyalurkan data kepada pemakai, maka pada abad teknologi sekarang ini penanganannya akan lebih efisien dan ekonomis apabila dilakukan dengan menggunakan alat-alat elektronis seperti komputer dalam mengolah data menjadi informasi.
Komputer dapat bekerja dengan sangat cepat dalam mengolah data, menganalisa data, mengklasifikasi data, menyimpan data dan mengambil data dari tempat penyim­panannya, maka sangatlah tepat bila organisasi yang kegiatan-kegiatannya banyak dan kompleks untuk meman­faatkannya.
Namun perlu disadari bahwa komputer itu akan berarti dan berguna di dalam organisasi terutama dalam pelaksanaan tugas-tugas administrasi seperti di sebut­kan di atas apabila ditunjang dengan kemampuan manusia yang mempergunakannya disertai dengan data yang akan diolah.
Begitupun dengan data yang diolah harus betul-betul valid sehingga pada saat diproses menjadi suatu informasi, maka hasil yang didapatkan sesuai dengan yang diharapkan. Karena pada saat memasukkan data yang salah maka hasilnya pun akan salah.
Tegasnya berhasil tidaknya proses komputerisasi sangat tergantung pada ketiga elemen  tadi yang saling terkait satu sama lain yaitu komputer (alat), yang menjalankan komputer (programmer) dan data yang akan diolah menjadi informasi.
Berdasarkan survei awal yang dilakukan pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan menunjukan bahwa  pemanfaatan komputer belum dimaksimalkan  penggunaannya dalam pengelolaan administrasi pelayanan publik  seperti dalam pembuatan KTP, pembuatan kartu keluarga, pembuatan akta tanah dan lain sebagainya ditambah lagi masih banyaknya data dan informasi yang berbentuk arsip yang belum sempat di simpan dalam komputer, begitu pun dengan sarana prasarana kantor yang kurang memadai. Hal ini didukung oleh wawancara awal penulis dengan salah satu staf pada bagian operator yang mengatakan bahwa :
“Pemanfaatan teknologi komputer dalam pengelolaan administrasi pelayanan publik pada Kantor Camat Tiworo Kepulaun Kab.Muna belum berjalan dengan baik, hal itu disebabkan masih banyaknya data dan informasi yang berbentuk arsip yang belum sempat di save dalam komputer. Alasan utama mengapa hal itu bisa terjadi dikarenakan kelengkapan sarana prasarana dibagian komputer banyak yang telah rusak namun belum juga mendapat perbaikan maupun pergantian perangkat komputer, sehingga pemanfaatan komputer dalam pengelolaan administrasi pada Kantor Camat Tiworo Kepulaun Kab.Muna belum berjalan dengan semestinya. (Wawancara awal tanggal 23 Mei 2013).

Berdasarkan latar belakang yang  dikemukakan di atas, maka penulis mengangkat suatu penelitian dengan judul Pemanfaatan  Teknologi Komputer Dalam Menunjang Pengelolaan Administrasi Pelayanan Publik Pada Kantor Camat Tiworo Kepulaun Kab. Muna Provinsi Sulawesi Tenggara


B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan dari judul dan latar belakang masa­lah yang telah diuraikan terdahulu, maka penulis mengutarakan rumusan masalah sebagai berikut :
1.     Bagaimana pemanfaatan Teknologi Komputer dalam Menunjang Pengelolaan Administrasi Pelayanan Publik  pada Kantor Camat Tiworo kepulauan Kab. Muna
2.     Aspek apa saja yang menunjang penggunaan teknologi komputer pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna
C.    Tujuan dan Kegunaan Peneleitian
l.       Tujuan Penelitian.
a.     Untuk Mengetahui Pemanfaatan Teknologi Komputer dalam Menunjang Pengelolaan Administrasi Pelayanan Publik pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna
b.  Untuk mengetahui Aspek apa saja yang menunjang penggunaan teknologi komputer pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna
2.   Kegunaan Penelitian.
1.   informasi kepada semua pihak agar dapat mengetahui pemanfaatan komputer dalam pengelolaan administrasi pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna
2.   Sebagai bahan perbandingan dan informasi bagi semua pihak yang berkepentingan/bagi para peneliti selanjutnya.
BAB  II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Data Dan  Informasi Dalam Konsep Pengelolaan Pelayanan
Pemanfaatan teknologi informasi sangat penting mengingat kondisi geografis Indonesia secara umum berada pada daerah  pegunungan yang terpencar ke dalam banyak pulau-pulau. Dengan demikian pemanfaatan  teknologi informasi dalam pelayanan publik mempunyai arti penting terutama dalam  rangka pemerataan pelayanan dan peningkatan kualitas serta efektifitas dalam menunjang  penyelenggaraan pembangunan.
Pemanfaatan teknologi informasi untuk menjalankan  sistem informasi memungkinkan aliran informasi berjalan dengan cepat dan  akurat, memudahkan terjadinya pertukaran informasi dan data dengan cepat.  Kemudahan ini berarti efisiensi pelaksanaan pelayanan  publik dalam segala hal.
1.      Data
Kata data berasal dari DATUM yang berarti materi atau kumpulan fakta yang dipakai untuk keperluan suatu analisa, diskusi, presentasi ilmiah, atau tes statistik. Bila dilihat dari menurut asal sumbernya, data dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu data primer dan data sekunder.  Sehingga setiap penelitan pasti memerlukan data sebagai bahan analisa.

Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu.  Di dalam dunia bisnis, kejadian-kejadian yang sering terjadi adalah transaksi perubahan dari suatu nilai yang disebut transaksi. Kesatuan nyata adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Menurut Nuzulla Agustina, Data adalah keterangan mengenai sesuatu hal yang sudah sering terjadi dan berupa himpunan fakta, angka, grafik, tabel, gambar, lambang, kata, huruf huruf yang menyatakan sesuatu pemikiran, objek, serta kondisi dan situasi.
2.  Informasi                
              Informasi merupakan  data yang diolah menjadi bentuk yang berguna untuk membuat keputusan. Informasi berguna untuk pembuat keputusan karena informasi menurunkan ketidakpastian (atau meningkatkan pengetahuan) Informasi menjadi  penting, karena berdasarkan informasi itu para pengelola dapat mengetahui kondisi obyektif organisasinya. Informasi tersebut merupakan hasil pengolahan data atau fakta yang dikumpulkan dengan metode ataupun cara – cara tertentu. Secara umum informasi dapat didefinisikan  sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan..
Pengertian Informasi Menurut Jogiyanto HM., (1999: 692), “Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan”
Sedangkan Pengertian Informasi Menurut Gordon B. Davis (1991: 28), “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang”
B.     Teknologi Komputer
1.      Pengertian.
Istilah komputer mempunyai arti yang luas dan berbeda untuk orang yang berbeda. Kata komputer berasal dari bahasa Latin “computare” yang berarti menghitung (to compute atau reckon).
Menurut Kamus Bahasa Indonesia :
“Komputer adalah alat elektronik otomatis yang dapat menghitung atau mengolah data secara cermat menurut yang diintsruksikan, dan memberikan hasil pengolahan, biasanya terdiri atas unit pemasukan, unit pengeluaran, unit penyimpanan, serta unit pengontrolan.

Maksudnya Komputer dalam berbagai skala dan ukuran telah banyak mempercepat aktivitas berbasis sehingga perannya dalam kegiatan bisnis begitu sulit dipisahkan. Peranan komputer dari hanya sekedar sebagai alat untuk menghitung, membuat lembar kerja keuangan, sistem kantor otomatis hingga dalam wujud memberikan dukungan pengambilan keputusan. Tuntutan efektifitas, efisiensi dan produktivitas kerja menyebabkan pemanfaatan  komputer semakin vital.

Dalam Kamus Administrasi Perkantoran yang disusun The Liang Gie, mengemukakan bahwa :
“Komputer adalah mesin elektronik yang secara otomatis dan luar biasa cepatnya mempergunakan kode-kode tertentu menurut cara kerja yang telah ditetapkan dapat mengolah bahan, keterangan, menjadi informasi yang berguna untuk suatu keperluan. Mesin ini dapat melakukan segala macam tatacara berhitung, melaksanakan perbuatan-perbuatan memilih, menggolongkan atau memilah-milah dan  menyelesaikan pekerjaan (1971:59)”.

Oleh karena itu wajar saja bila sekarang ini komputer sangat berperan penting dalam menyelesaikan pekerjaan sebab dengan kemampuan komputer yang dapat mengolah data menjadi informasi tentu secara tidak langsung dapat memudahkan pekerjaan manusia.
Selanjutnya Menurut Hamacher dalam Hartono :
“Komputer adalah mesin penghitung elektronik yamg cepat dapat menerima informasi memperosesnya sesuai dengan suatu program yang tersimpan di memorinya  dan menghasilkan out put informasi (1999 : 2)”.

Sehingga meski komputer merupakan mesin penghitung yang akurat tapi komputer hanya mampu mengolah data sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya dan tidak dapat mengolah data menjadi output tanpa adanya program yang jelas. 


Menurut buku  Intruduktiom To The Computer, The Tool Of Business oleh Fouri mengatakan :
“Komputer adalah suatu proses data (data processor) yang dapat melakukan perhitungan yang besar dan cepat, termasuk perhitungan arithmatika yang besar atau operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia mengoperasikan selama pemrosesan” (1999 : 2)

Maksudnya pada saat melakukan perhitungan yang cukup rumit maka manusia yang mengoperasikan komputer (programmer) tidak bisa mengganggu kinerja komputer sehingga output yang dihasilkan tidak mengalami kesalahan. 
Dari beberapa definisi yang telah dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa komputer adalah : a. Alat elektronik; b. Dapat menerima informasi; c. Dapat mengolah data; d. Dapat memberikan informasi; e. Dapat menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer; F. Dapat menyimpan program dan informasi; g. Bekerja secara otomatis.
Program adalah kumpulan instruksi atau perintah terperinci yang sudah dipersiapkan supaya komputer dapat  melakukan fungsinya dengan cara tertentu.
2.      Pemanfaatan  Teknologi Komputer.
Berbicara mengenai pemanfaatan  berarti mendekati ke arah fungsi dari suatu Teknologi Komputer  sebagaimana telah dijelaskan diawal bahwa teknologi komputer merupakan suatu perangkat  elektronik yang secara otomatis dan luar biasa cepatnya mempergunakan kode-kode tertentu menurut cara kerja yang telah ditetapkan dapat mengolah bahan, keterangan, menjadi informasi yang berguna untuk suatu keperluan. Mesin ini dapat melakukan segala macam tatacara berhitung, melaksanakan perbuatan-perbuatan memilih, menggolongkan atau memilah-milah dan  menyelesaikan pekerjaan.
Selain itu ada tiga hal yang menjadi kunci keunggulan kemampuan komputer dalam era teknologi moderen pada dewasa ini adalah :
1)      Kecepatannya yang tinggi dalam melakukan pengolahan data.
Kemampuan komputer yang paling dirasakan adalah kecepatannya. Komputer dapat melakukan suatu operasi dasar, seperti perhitungan, dalam waktu yang sangat cepat yaitu dalam satuan millisecond, microsecond, bahkan picosecond (triliun operasi perdetik).
2)  Ketepatan dan ketelitian hasil yang diperoleh komputer karena tidak mempunyai mental dan tidak mengenal lelah, sehingga komputer tidak akan mengalami kesalahan, apabila dibandingkan dengan manusia jika lelah, maka mentalnya akan luluh yang  akan berakibat  cenderung untuk berbuat kesalahan.
3) Mempunyai tempat penyimpanan file yang besar, sehingga dapat  menyimpan dan memproses informasi yang cukup besar.
  Walaupun komputer mempunyai kemampuan seperti yang disebutkan terdahulu, tidaklah berarti bahwa komputer dapat menyamai manusia, apalagi mengalahkannya. Manusia mempunyai inisiatif dan dapat teradaptasi terhadap situasi tertentu, sedangkan komputer tidak dapat melakukan hal tersebut, harus beroperasi menurut program yang diberikan.
Oleh karena itu daya guna komputer masih harus ditunjang pula oleh faktor lainnya yang sangat penting yaitu manusia yang menangani dan mengendalikannya. Sehingga  peranan teknologi komputer dalam memudahkan pemerintah dalam pemberian layanan sangatlah penting  yang menurut Hartono (1999:57) Peranan komputer dalam kaitannya dengan penyelesaian pekerjaan Kantor terdapat lima aspek yaitu:                1. Memudahkan Pekerjaan. 2. Menjamin keakuratan data 3. Meningkatkan Produktivitas Kerja. 4. Menciptakan  efisiensi Kerja. 5. Meningkatkan Evektivitas Kerja.
Dari beberapa pengertian yang dikemukakan di atas jelaslah bahwa yang dimaksud dengan pemanfaatan teknologi komputer pada hakekatnya adalah fungsi yang ada pada teknologi komputer yang dapat memudahkan pekerjaan manusia dalam pelaksanaanya. Tapi meskipun  demikian manusia juga berperan penting dalam mengoperasikan teknologi komputer karena tanpa adanya kemampuan yang cukup maka peranan teknologi komputer dalam memudahkan pekerjaan manusia tidak dapat berjalan efektif.
C.    Manajemen Perkantoran
Serentetan dari berbagai pengertian dalam mana­jemen perkantoran yang telah diuraikan, ternyata memang benar bahwa manajemen perkantoran merupakan fungsi tertentu dalam setiap organisasi. Fungsi adalah sekelompok aktivitas sama jenis berdasarkaan sifatnya atau pelakasanaannya, dimana aktivitas yang mewujudkan fungsi manajemen perkantoran.
Seirama uraian tersebut, maka secara singkat dapat dikatakan bahwa fungsi  manajemen  perkantoran  adalah meliputi fungsi-fungsi :
a.     Perencanaan tata kerja kantor.
b.     Pengaturan dan pengurusan lingkungan kerja ketatausahaan.
c.     Pengorganisasian kerja ketatausahaan.
d.    Pengurusan dan pengawasan tata kerja kantor.
e.     Pengaturan dan pengurusan pegawai.
f.     Pengaturan dan pengurusan biaya perbekalan tata    usaha.
Dari beberapa kreteria yang menjadi ruang ling­kup fungsi manajemen perkantoran tetap memiliki tu­juan, tujuan mana hanya dapat dicapai dengan tindakan. Hal menentukan, memulai dan melaksanakan tindakan-tindakan tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya terlebih dahulu merupakan suatu isi dari pada manajemen. Isi tersebut terdiri atas suatu proses manajemen yang mencakup fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan pokok, yang lazimnya meliputi planning, organizing, actuating, dan controlling.
Fungsi-fungsi tersebut, di dalam lingkungan tata kerja perkantoran lebih dikenal dengan :
a.     Fungsi penataan.
b.     Fungsi pengaturan dan pengurusan.
c.     Fungsi pengontrolan/pengawasan.
Berorientasi kepada kegiatan-kegiatan atau fungsi pokok administrasi/manajemen, maka dapat dike­tengahkan kejelasan-kejelasan dari masing-masing fungsi tersebut yaitu :
a.     Planning (perencanaan); menunjukkan bahwa penentuan cara atau arah tindakan yang memberikan pertimban­gan kepada faktor-faktor yang mempengaruhi situasi tertentu.
b.     Organizing (pengorganisasian); menunjukkan bahwa pembagian pekerjaan yang akan direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota-anggota kelompok peker­jaan serta penentuan hubungan-hubungan pekerjaan yang baik diantara mereka dan memberi lingkungan pekerjaan yang sepatutnya.
c.     Actuating (pengerakan); menunjukkan bahwa yang mendorong dan memelihara keinginan dari pada anggo­ta-anggota kelompok pekerjaan mereka masing-masing dengan melaksanakan peklerjaan mereka penuh kegem­biraan guna mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu sesuai dengan rencana.
d.    Controlling (pengawasan); menunjukkan bahwa penen­tuan apa yang dilakukan, menilainya dan menerapkan tindakan-tindakan korektif (pembetulan) apabila diperlukan untuk menjamin hasil-hasil sesuai diper­lukan untuk menjamin hasil-hasil sesuai dengan rencana semula.
Manajemen perkantoran yang berhubungan dengan tujuan-tujuan atau hasil tertentu yang diinginkan, dimana pada pokoknya kegiatan seorang manajer kantor berkisar pada cara-cara untuk mencapai tujuan-tujuan itu.
Tujuan-tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dapat bersifat khusus atau umum, tertulis atau tak tertulis, jangka pendek atau jangka panjang, sementara atau tetap dan atau hanya dapat digunakan untuk bagian-bagian tertentu dari pada kantor. Apapun juga bentuk atau isinya, tujuan-tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu telah dianggap benar, karena kalau tidak demikian, maka arti dari pada manajemen akan menjadi kabur dan tidak ada dasar yang baik untuk menentukan efektifitas dari pada manajemen.
Untuk memberikan contoh-contoh dari pada tujuan-tujuan manajemen perkantoran yang telah ditentukan terlebih dahulu, maka oleh G.R.Terry dalam bukunya office Management And Control, dikemukakan sebagai berikut :
a.     Untuk memberikan semua keterangan yang lengkap dan yang diperlukan kepada siapa, bilamana dan dimana hal itu diperlukan untuk pelaksanaan perusahaan secara efisien.
b.     Untuk memberikan catatan-catatan dan laporan-lapor­an yang cukup dengan biaya yang serendah-rendahnya.
c.     Untuk membantu perusahaan memelihara saingan.
d.    Untuk memberikan pekerjaan tata usaha yang cermat dan membantu memberi pelayanan kepada para relasi.
e.     Untuk membuat catatan-catatan yang makin baik dengan biaya-biaya yang makin rendah.
Dalam kantor tujuan-tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dapat digolongkan sebagai berkenaan dengan pelayanan atau jasa, tanggung-jawab sosial, atau keuntungan.
Pelayanan atau jasa adalah sangat penting untuk tujuan-tujuan manajemen perkantoran, karena pekerjaan kantor dilakukan untuk membantu orang-orang lain dalam mengerjakan pekerjaan mereka secara lebih efektif. Demikian pula tujuan yang berhubungan dengan tanggung jawab sosial yang menitikberatkan pada pencapaian tujuan sesuai dengan kode-kode etik dan moral tertentu seperti yang ditentukan oleh suatu instansi dan ma­syarakat di dalam mana instansi itu menjalankan kegia­tannya. Akhirnya tujuan-tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dan menitikberatkan kepada efisiensi dapat dibantu oleh manajemen perkantoran.
Melaksanakan pekerjaan kantor secara  lebih efektif dapat berarti lebih banyak efektifitasnya, karena pengeluaran-pengeluaran yang berkurang untuk pekerjaan tata usaha yang dilakukan.
D.    Pekerjaan Kantor.
Telah berbagai pembahasan teoritis yang dapat dimengerti baik tentang manajemen maupun perkantor­an, maka secara orintasi timbal balik menunjukkan adanya suatu hal yang penting, yang mana adalah jenis-jenis pekerjaan Kantor.
Meskipun pekerjaan Kantor itu pertama-tama berhubungan dengan warkat-warkat, ada juga tugas-tugas lain yang termasuk dalam isitilah pekerjaan Kantor. Ini meliputi komunikasi antara individu-individu seperti wawancara-wawancara, pembicaraan-pembicaraan dan lainnya, yang erat kaitannya dengan jenis-jenis pekerjaan kantor tersebut.
Menghitung juga merupakan pekerjaan Kantor, harga-harga harus diperiksa dan biaya-biaya harus disusun, daftar-daftar pembayaran harus dihitung dan sebagainya. Apa yang dinamakan pekerjaan sta­tistik juga merupakan pekerjaan Kantor, didasarkan atas catatan-catatan, dan tampa catatan tersebut tidak akan ada statistik. Pekerjaan statistik dalam sebuah Kantor dapat mengandung hanya suatu gabungan angka-angka dan gabungan fakta-fakta dalam sebuah laporan singkat, atau dapat mengandung persiapan mengenai laporan-laporan yang luas diikuti oleh bagan-bagan dan diagram-diagram dengan penanfsiran secara analitis dan rekomendasi-rekomendasi untuk tindakan yang mungkin. Oleh karena statistik itu hanya berguna apabila tepat pada waktunya, maka organisasi pekerjaan statistik yang efektif adalah perlu untuk menghindarkan biaya yang tidak tepat dan lembur yang  mahal, untuk memberikan statistik tepat pada waktunya dapat digunakan.
Kegiatan Kantor yang lainnya adalah perenca­naan, yang dapat dan biasanya mengandung penentuan waktu. Perencanaan adalah suatu usaha untuk membuat suatu rencana tindakan, artinya menentukan apa yang dilakukan siapa yang mengerjakannya dan dimana waktu berhubungan dengan waktu-waktu, dimana keja­dian-kejadian yang direncanakan terjadi, artinya bilamana  kedua - duanya biasanya didasarkan atas warkat-warkat.
Jadi pekerjaan Kantor itu berhubungan dengan warkat-warkat dan statistik-statistik dengan komu­nikasi-komunikasi dengan perhitungan, perencanaan, dan penentuan waktu. Tiap tugas kantor termasuk dalam ruang lingkup dari pada salah satu kegiatan ini.
Apabila tiap pekerjaan Kantor itu diperhati­kan, maka akan diketemukan bahwa pekerjaan kantor itu dapat dibagi dalam satu atau lebih tugas yang sederhana akan tetapi penting, yaitu :
a.     Menulis atau mengadakan wawancara yang mengandung warkat-warkat dan komunikasi.
b.     Menghitung.
c.     Menggolongkan dan menyimpan warkat.
Dengan kata lain semua penulisan merupakan pekerjaan kantor, tidak pandang siapa yang melaku­kannya atau bagaimana atau dimana hal itu dilaku­kan. Semua komunikasi adalah pekerjaan Kantor, demikian pula semua perhitungan, semua penggolongan dan semua penyimpanan warkat. Lebih lanjut, tampa pengecualian semua pekerjaan kantor termasuk dalam salah satu atau lebih dari pada tiga tugas yang pokok ini meskipun pelaksanaan pekerjaan dapat dipercepat melalui penggunaan bermacam-macam mesin utamanya komputer.
Menurut William dan Robinson, pekerjaan kantor itu meliputi :
1. Bermacam-macam pekerjaan seperti menelpon, menerima tamu tamu, pekerjaan pesuruh
2.   Pekerjaan memperbanyak warkat dan memberikan alamat.
3.   Menerima, mengirim dan mengangkut pesanan-pesanan.
4.   Membuat rekening.
5.   Menyimpan warkat.
6.   Mengurus,  membagi dan mengirimkan surat-surat pos.
7.   Membuat warkat-warkat (mencatat data yang diinginkan) (l986 : 26 ).
8.   Surat-menyurat, mendikte, mengetik
Dari rincian jenis-jenis pekerjaan Kantor terse­but, kesemuanya dapat diolah dengan komputer yang dapat dijelaskan tentang ciri-ciri pekerjaan Kantor yang bersangkutan:
a.     Suatu fungsi yang bersifat  memudahkan atau merin­gankan pekerjaan Kantor merupakan suatu fungsi yang bersifat memudahkan atau meringankan karena merupa­kan media yang penting, melalui bermacam-macam kegiatan dari sebuah unit usaha Kantor. Pada hake­katnya pekerjaan Kantor dapat disebut alat katali­sator dari pada manajemen moderen
b.     Suatu pekerjaan yang bersifat memberi pelayanan; Hal penting yang lain bahwa pekerjaan Kantor meru­pakan pekerjaan yang bersifat memberi pelayanan guna membantu orang-orang lain mengerjakan peker­jaan mereka secara lebih efektif, serta membantu memberi data kepada pemimpin/atasan yang diperlukan melalui upaya mempergunakan warkat-warkat secara tepat guna.
c.     Ciri organisasi; adalah penyusunan tenaga kerja dan pembagian tugas-tugas kepada tenaga kerja tersebut.
d.    Ciri metode; adalah urutan pelaksanaan pekerjaan  dan bagaimana serta dimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.
e.     Ciri kepegawaian; adalah berhubungan dengan pengua­sahaan tenaga kerja, penempatan, latihan, kenaikan pangkat, pengeluaran-pengeluaran (pemberhentian-pemberhentian) mereka.
f.     Ciri lingkungan; meliputi gedung Kantor, perkakas Kantor dan kondisi-kondisi fisik dalam gedung.
g.     Mesin-mesin dan perlengkapan lainnya, termasuk komputer; adalah semua benda atau barang mati yang dipergunakan dalam Kantor untuk membantu (mempermudah) pelaksanaan pekerjaan.
E.  Konsep Pelayanan Publik
Pelayanan adalah suatu kegiatan atau urutan kegiatan yang terjadi dalam intraksi langsung antara seseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik, dan menyediakan kepuasan pelanggan. Hal senada dikatakan Moenir (1998 : 56), bahwa istilah pelayanan mempunyai arti sebagai proses pemenuhan kebutuhan melalui aktifitas orang lain secara langsung. Jika orang lain yang dilayani itu jumlahnya banyak, maka ia disebut pelayanan umum. Istilah pelayanan umum ini, menurut Moenir, berkaitan erat dengan istilah kepentingan umum. Kepentingan umum adalah suatu bentuk kepentingan yang menyangkut orang banyak atau masyarakat, yang bersumber dari kebutuhan hidup orang banyak/masyarakat tersebut. Ini berbeda dengan kepentingan pribadi, yang merupakan perwujudan dari keinginan memenuhi hak pribadi seseorang.
Pendapat ahli tersebut diatas memberikan gambaran bahwa pelayanan umum dapat disebut berdaya guna dan berhasil guna apabila masyarakat merasa puas atas pelayanan yang diterimanya. Tolak ukurnya adalah ada atau tidak adanya keluhan dari masyarakat menyangkut pelayanan yang diberikan.
Demikian pula yang dikatakan dalam keputusan Menteri PAN Nomor Kep/KEP/M.PAN/2003 dalam Nurjaman (2004 : 34) bahwa pelayanan atau pelayanan umum adalah segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan oleh instansi Pemerintah di Pusat, di Daerah dan dilingkungan BUMN/BUMD dalam bentuk (penyediaan/pemberian) barang atau jasa, baik dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dari penjelasan diatas nampak bahwa esensi dari pelayanan adalah memberikan apa yang dibutuhkan oleh orang lain sesuai dengan haknya. Wujud dari pemberian itu adalah jasa, yaitu suatu kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan orang lain, baik individu maupun kelompok. Pelayanan bukan hanya dapat diberikan oleh instansi pemerintah tetapi juga oleh swasta. Perbedaannya, pelayanan umum yang dilakukan oleh pemerintah bermotif sosial politik, sedangkan pelayanan yang dilakukan oleh pihak swasta bermotif ekonomi atau mencari keuntungan.
Pendapat lain dikemukakan oleh Lovelock dalam widodo (2001 : 272) mengatakan bahwa pelayanan  merupakan sesuatu yang kompleks, sehingga untuk menentukan sejauh mana kualitas dari pelayanan tersebut dapat dilihat dari 5 kriteria, yaitu :
1.      Tangible (terjamah), seperti kemauan fisik, peralatan, personil dan komunikasi material.
2.      Realible (handal), kemampuan membentuk pelayanan yang disajikan dengan tepat dengan memiliki keajengan.
3.      Resposivness (pertanggungjawaban), yakni rasa tanggung jawab terhadap mutu pelayanan.
4.      Assurance (jaminan), pengetahuan, perilaku, dan kemampuan pegawai.
5.      Empahaty (empati), perhatian perorangan pada pelanggan.
Selanjutnya menurut keputusan Menteri PAN Nomor Kep/KEP / M.PAN/2003, dalam Nurjaman (2004 : 34-36) dikatakan, oleh karena ruang lingkup pelayanan yang diberikan pemerintah sangat luas dan kompleks, baik menurut bentuk, jenis, maupun sifatnya. Maka agar tercipta suatu kepastian hukum sebagai dasar penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat/publik, maka ditetapkan delapan kriteria kualitas pelayanan publik, sebagai berikut:
Adapun prinsip-prinsip pokok tersebut meliputi :
1.      Kesederhanaan Pelayanan
2.      Kejelasan dan Kepastian Pelayanan
Prinsip ini mengandung arti adanya kejelasan dan kepastian mengenai ;
a)      Prosedur / tatacara pelayanan, baik persyaratan teknis maupun administrative.
b)      Unit kerja atau pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan.
c)      Rincian biaya/ tarif pelayanan dan tata cara pembayarannya.
d)     Jadwal waktu penyelesaian pekerjaan.
3.      Keamanan Dalam Pelayanan
4.      Keterbukaan Dalam Pelayanan
5.      Efisiensi Dalam Pelayanan
6.      Ekonomis Dalam Pelayanan
7.      Keadilan yang Merata dalam Pelayanan
8.      Ketepatan Waktu dalam Pelayanan
Senada dengan Nurjaman, menurut Siagian (1995 : 83) pelayanan yang senantiasa diinginkan oleh pemerintah dari gerakannya yang dilakukan dengan baik dalam arti:
-          Tepat apa yang diberikan atau dilakukan benar mengenai apa yang dibutuhkan.
-          Cepat pemenuhan kebutuhan dilakukan dengan cepat.
-          Mudah, masyarakat memperoleh apa yang diinginkan itu dengan biaya yang murah.
      Manullang (1998 : 28 ) mengatakan bahwa masyarakat senantiasa menginginkan agar pelayanan oleh pemerintah beserta administrasi negaranya itu dilakukan dengan baik dalam arti:
1.   Tepat apa yang diberikan atau dilakukan benar mengenai apa yang dibutuhkan;
2.   Cepat, pemenuhan kebutuhan dilakukan dengan cepat;
3.   Murah, masyarakat memperoleh apa yang diinginkan itu dengan biaya yang murah;
4.   Ramah, pelayanan atau hubungan antara pejabat dengan masyarakat dilakukan dengan sopan santun dan bersahabat.
Demikian pula yang dikatakan Moenir (1998 : 41) bahwa berkaitan dengan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah perwujudan pelayanan yang didambakan oleh pihak masyarakat yang ingin memperoleh pelayanan yang baik dan memuaskan adalah sebagai berikut :
1.   Adanya kemudahan dalam pengurusan kepentingan dengan pelayanan yang cepat dalam arti tanpa hambatan yang kadangkala dibuat-buat.
2.   Memperoleh pelayanan secara wajar tanpa gerutu, sendirian atau untaian lain semacam itu yang nadanya mengarah pada permintaan sesuatu baik alasan dinas maupun alasan kesejahteraan.
3.   Mendapatkan perlakuan yang sama dalam pelayanan terhadap kepentingan yang sama, tertib dan tidak pandang bulu. Artinya kalau memang untuk pengurusan permohonan (layanan) itu harus antri secara tertib, hendaknya semua diwajibkan antri baik antri secara fisik maupun antri masalahnya.
4.   Pelayanan yang jujur dan terus terang, artinya apabila ada hambatan karena suatu masalah yang tidak dapat dielakkan hendaknya diberitahukan, sehingga tidak menunggu terus terhadap sesuatu yang tidak menentu.
Dari beberapa pendapat ahli tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pelayanan umum dapat disebut berdaya guna dan berhasil guna apabila masyarakat merasa puas atas pelayanan yang diterimanya. Tolak ukurnya adalah ada atau tidak adanya keluhan dari masyarakat menyangkut pelayanan yang diberikan.
F.  Kerangka  Pikir.
 Pemanfaatan teknologi komputer dapat diartikan sebagai fugsi teknologi komputer dalam memudahkan pekerjaan Kantor sehingga apa yang kemudian dikerjakan dapat berjalan dengan optimal.
Demikian pula halnya dengan pelayanan. Bahwa pelayanan itu adalah segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah maupun BUMN/BUMD dalam bentuk (penyediaan/pemberian) barang atau jasa, baik dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat sesuai dengan ketentuan standar pelayanan.
Dari uraian beberapa konsep dari para ahli tersebut diatas, maka dengan demikian kerangka pikir digambarkan sebagai berikut;
Gambar; 1 Kerangka Pikir
Pelayanan Publik
1.      Kesederhanaan dalam pelayanan
2.      Keterbukaan dalam pelayanan
3.      Keadilan dalam pelayanan
4.      Ketepatan waktu pelayanan




Nurjaman (2004)
Pemanfaatan Komputer
1.      Memudahkan Pekerjaan
2.      Menjamin keakuratan data
3.      Meningkatkan Produktivitas Kerja
4.      Menciptakan  efisiensi Kerja
5.      Meningkatkan Evektivitas Kerja

Hartono (1999)




BAB III
METODE PENELITIAN
A.    Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan, Kab. Muna dengan objek penelitian adalah Pemanfaatan  Teknologi Komputer Dalam Menunjang Pengelolaan Administrasi Pelayanan Publik. Adapun tujuan penelitian ini yaitu Untuk Mengetahui Pemanfaatan Teknologi Komputer dalam Menunjang Pengelolaan Administrasi Pelayanan Publik dan apa saja yang menunjang penggunaan teknologi komputer pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna.
B. Populasi Dan Sampel
1. Populasi
Untuk mendapatkan informasi atau data, perlu dibentuk kelompok sasaran yang lazim disebut dengan populasi. Populasi Dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang pernah mendapatkan pelayanan pada  Kantor Camat Tiiworo Kepulauan Kab. Muna selama 4 bulan terakhir (2013) yang berjumlah 86 orang
2. Sampel
Adapun tehnik penarikan sampel ditetapkan secara purposive sampling, yaitu secara sengaja menetapkan sebanyak 43 orang, dengan pertimbangan sifat pelayanan yang diberikan pada dasarnya sama. Untuk melengkapi kajian ini ditetapkan pula informan sebagai berikut yaitu Sekretaris Camat dan operator komputer.
C.  Jenis dan Sumber Data
Data  yang digunakan adalah data deskriptif kualitatif untuk mendapatkan gambaran yang jelas berdasarkan kenyataan dengan melalui fakta dengan jalan mengajukan serta mengumpulkan data sebanyak-banyaknya yang ada relevansinya dengan materi yang dibahas.
Untuk hal tersebut penulis melakukan peneli­tian untuk mengumpulkan data yang diperlukan pada dua tempat yaitu :
a.    Library Riset (penelitian kepustakaan), yaitu mengambil data dan memahaminya melalui sejumlah literatur, karya tulis, serta aturan-aturan dan petunjuk-petunjuk dengan materi pembahasan proposal ini.
b.   Filed Riset (penelitian lapang), untuk mendapatkan data yang valid yaitu dengan mengadakan penelitian lapang pada obyek terten­tu,baik itu dalam bentuk lisan maupun tulisan dalam hal ini Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna
D.  Tehnik Analisi Data
Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa kualitatif yaitu yang menguraiakan serta menginterpretasikan data yang berhubungan dengan objek penelitian serta berusaha menjelaskan dan menggambarkan variabel penelitian secara mendalam dan mendetail dengan tujuan yang telah dirumuskan. Data dari penyebaran kuesioner dianalisa melalui tabel distribusi frekwensi dan dianalisa menurut keterangan responden. Sedangkan data dari hasil wawancara akan diuraikan dengan masing-masing tokoh yang dijadikan key informan.
E.  Definisi Oprasional
Variabel penelitian ini adalah peranan, komputer, dan administrasi  kearsipan
1.  Peranan Komputer adalah  merupakan suatu fungsi atau tugas yang   diharapkan dari seseorang atau organisasi di dalam suatu pekerjaan yang merupakan tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaannya dengan menggunakan teknologi komputer. Adapun aspek-aspeknya sebagai berikut:
1.   Memudahkan Pekerjaan
2.   Menjamin keakuratan data
3.   Meningkatkan Produktivitas Kerja
4.   Menciptakan  efisiensi Kerja
5.   Meningkatkan Evektivitas Kerja
2.  Administrasi diartikan secara sempit yaitu proses atau kegiatan surat-menyurat, ketik-mengetik dan yang bersifat ketatausahaan dan dikaitkan dengan pelayanan publik maka memiliki aspek-aspek sebagai berikut:
1. Kesederhanaan pelayanan, indikator ; prosedur/tata cara pelayanan yang secara mudah, tidak berbeli-belit, mudah dipahami dan dilaksanakan.
2. Keterbukaan pelayanan, indikator ; tata cara pelayanan sesuai rincian biaya/tarif, terbuka dan mudah diketahui besaran biaya pelayanan
3. Keadilan dalam pelayanan, indikator ; adanya perlakuan yang sama tentang biaya pelayanan tanpa melihat siapa yang dilayani
4. Ketepatan waktu pelayanan, indikator ; ketepatan serta kecepatan menyelesaikan pelayanan sesuai kurung waktu yang telah ditentukan.
Untuk mengukur tingkat efektivitas kerja pelayanan berdasarkan skors sebagaimana yang dikemukakan oleh Siagian (1995 : 41 ) yaitu; untuk skors jawaban responden sebagai berikut :
Nilai skor                                    Kategori
83-100                                      Efektivitas Tinggi
59-82                                        Efektivitas Sedang
35-58                                        Evektivitas Rendah









F.  Operasionalisasi Variabel

No
Variabel
Dimensi
Indikator
1.
Pemanfaatan Teknologi Komputer (X)
a.     Memudahkan Pekerjaan
§  Kecepatan dan ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan
b.    Menjamin keakuratan data
§  Kepastian dan kebenaran suatu data
c.     Meningkatkan Produktivitas Kerja
§  Peningkatan hasil kerja pegawai
d.     Menciptakan  efisiensi Kerja
§  Pencapaian tujuan dengan tepat waktu dengan biaya yang minimal
e.     Meningkatkan Evektivitas Kerja
§  Peningkatan target (kuantitas, kualitas, waktu) yang telah dicapai.
2.
Administrasi Pelayanan publik (Y)
a.    Kesederhanaan pelayanan
§  prosedur/tata cara pelayanan yang secara mudah, tidak berbeli-belit, mudah dipahami dan dilaksanakan.

b.    Keterbukaan pelayanan
§  tata cara pelayanan sesuai rincian biaya/tarif, terbuka dan mudah diketahui besaran biaya pelayanan

c.    Keadilan dalam pelayanan
§  adanya perlakuan yang sama tentang biaya pelayanan tanpa melihat siapa yang dilayani

d.   Ketepatan waktu pelayanan
§  ketepatan serta kecepatan menyelesaikan pelayanan sesuai kurung waktu yang telah ditentukan.






BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.       Gambaran Umum Kecamatan Tiworo Kepulauan
Kecamatan Tiworo Kepulauan adalah salah satu wilayah yang berada dalam lingkup Kabupaten Muna. Kecamatan ini memiliki luas wilayah 77,90 Km2. Kecamatan Tiworo terdiri dari 2 Kelurahan dan 7 desa, 19 Rukun Warga(RW) dan 37 Rukun Tetangga (RT). Sejak terbentuknya Kecamatan ini telah dipimpin oleh beberapa Camat diantaranya yakni :
1.      Abdul Hamid 1963-1969
2.      Sleman Palangkeng 1969-1975
3.      Saenong 1975-1980
4.      La Diman 1980-1994
5.      Drs. La Bunga Baka 1994-1998
6.      Drs. La Ode Faidi Tanda 1998-2002
7.      Drs. La Ndamu 2002-2004
8.      Drs. La Ode Arman 2004-2005
9.      Drs. Amiruddin 2005-2006
10.  Amsir Ansi, SE 2006- 2008
11.  La Uluha, BA  2008-2009
12.  Drs. Alimudin Sila  2009-2010
13.  Drs. La Ode Tibolo 2010
14.  Silmin Impalasi 2010-2011
15.  La Gandi SH 2011- 2012
16.  Amran Capayani 2012-2013
17.  La Ode Agus Saleh, SE 2013 Sampai Sekarang
a.      Kondisi Geografis
Kecamatan Tiworo Kepulauan merupakan salah satu dari 33 kecamatan yang ada di Kabupaten Muna. Wilayah ini menempati Barat Laut daratan Pulau Muna dan pulau-pulau kecil lainya dikawasan tersebut. Kambara sebagai ibukota Kecamatan Tiworo Kepulauan berjarak 45 Km dari Kota Raha. Adapun batas-batas wilayah dari Kecamatan Tiworo Kepulauan adalah sebagai berikut :
a.       Sebelah Utara berbatasan dengan Selat Tiworo dan Kecamatan Sawerigadi
b.      Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Maginti dan Kecamatan Lawa.
c.       Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Sawerigadi
d.      Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Tiworo Tengah.
Wilayah Kecamatan Tiworo Kepulauan memiliki luas 77,90 Km2. Luas menurut Desa/kelurahan sangat beragam, Kelurahan Tiworo merupakan wilayah yang paling luas, kemudian menyusul Desa Waturempe, Desa Lasama, Desa Wandoke, Desa Katela, Kelurahan Waumere, Desa Wulanga Jaya, Desa Sidomakmur dan Desa Laworo. Secara rinci, luas masing-masing Desa/ Kelurahan dapat dilihat pada tabel 1:

Tabel 1.
Luas wilayah Kecamatan Tiworo Kepulauan menurut Desa/Kelurahan


Luas
Presentase
No
Desa/ Kelurahan




(Km²)
(%)

1
2
3
1
Sido Makmur
5,50
7,06
2
Wulanga jaya
5,83
7,48
3
Wandoke
10,50
13,48
4
Tiworo
18,00
23,11
5
Laworo
3,25
4,17
6
Waturempe
10,63
13,65
7
Waumere
6,10
7,83
8
Lasama
10,55
13,54
9
Katela
7,54
9,68

Jumlah
77,90
100,00
                       Sumber : Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna 2014

Berdasarkan tebel 1. menunjukkan bahwa Kelurahan Tiworo memiliki luas yang lebih dominan dibanding dengan beberapa Desa lainnya yang berada dilingkup  Tiworo Kepulauan  dengan luas wilayah yakni 18,00 atau 23,11 % dari luas keseluruhan wilayah Kecamatan Tiworo Kepulauan.
b.      Kondisi Demografi
Kecamatan Tiworo Kepulauan terdiri dari 2 Kelurahan, dan 7 Desa, dengan jumlah penduduk sebanyak 6648 jiwa. Untuk lebih jelasnya tentang rincian persebaran penduduknya dapat dilihat pada tabel berikut ini :


Tabel 2.
Jumlah Penduduk Kecamatan Tiworo Kepulauan



P e n d u d u k


No
Desa/ Kelurahan
Laki-Laki
  %
Perempuan
%
Jiwa
%








1
Sido Makmur
357
11,00
342
10,06
699
10,51
2
Wulanga jaya
442
13,61
403
11,85
845
12,71
3
Wandoke
310
9,54
342
10,06
652
9,81
4
Tiworo
447
13,76
535
15,73
982
14,77
5
Laworo
268
8,25
261
7,68
529
7,96
6
Waturempe
201
6,19
201
6,00
405
6,10
7
Waumere
423
13,02
423
12,12
835
12,56
8
Lasama
360
11,08
360
11,65
756
11,37
9
Katela
440
13,55
440
14,85
945
14,21

Jumlah
3.248
100
3400
100
6.648
100
Sumber : Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna 2014

Dari tabel 2 dapat dilihat bahwa jumlah penduduk di Kecamatan Tiworo Kepulauan sebanyak 6.648 jiwa yang tersebar di 2 Kelurahan dan 7 Desa, Dimana Desa Sido Makmur Terdiri dari 11,00% laki-laki dan 10,06% perempuan atau sekitar 10,51% jiwa, Desa Wulanga Jaya Terdiri dari 13,61% laki-laki dan 11,85% perempuan atau sekitar 12,71% jiwa, Desa Wandoke terdiri dari 9,54% laki-laki dan 10,06% perempuan atau sekitar 9,81% jiwa, Kelurahan Tiworo terdiri dari 13,76% Laki-laki dan 15,73% Perempuan atau sekitar 14,77% jiwa, Desa Laworo terdiri dari 8,25% Laki-laki dan 7,68% Perempuan atau sekitar 7,96% jiwa, Desa Waturempe terdiri dari 6,19% Laki-laki dan 6,00% Perempuan atau sekitar 6,10% jiwa, Kelurahan Waumere terdiri dari 13,02% Laki-laki dan 12,12% Perempuan atau sekitar 12,56% jiwa, Desa Lasama terdiri dari 11,08% Laki-laki dan 11,65% Perempuan atau sekitar 11,37% jiwa, yang terakhir Desa Katela terdiri dari 13,55% laki-laki dan 14,85% perempuan atau sekitar 14,21% jiwa. Sehingga berdasarkan pada tabel 2 maka jumlah penduduk yang terbanyak pada Kecamatan Tiworo Kepulauan adalah Kelurahan Tiworo yang berjumlah 14,77% dan jumlah penduduk yang paling sedikit adalah Kelurahan Waumere yang berjumlah 6,10%.
c.       Penggunaan Lahan
Pada umumnya penggunaan lahan di Kecamatan Tiworo Kepulauan  sebagaian besar digunakan untuk bangunan dan halaman sekitarnya, sawah dan tegal/kebun, empang, ladang dan perkebunan . Untuk lebih jelasnya mengenai penggunaan lahan di Kecamatan Tiworo Kepulauan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.
Penggunaan lahan di Kecamatan Tiworo Kepulauan


       Luas Penggunaan Tanah (ha)
No
Penggunaan Tanah
2013
1
Tanah Sawah
1.373
2
Bangunan dan halaman sekitar
813
3
Tegal/Kebun
822
4
Ladang
920
5
Padang Rumput
100
6
Rawa Yang Tidak Ditanami
35
7
Tambak, Kolam/empang
9
8
Lahan yang sementara tidak diusahakan
1000
9
Tanaman Kayu-kayuan
500
10
Hutan Negara
1.433
11
Perkebunan
400
12
Lain-lain
385

Jumlah
7.790
Sumber : Kantor Tiworo Kepulauan 2013

Adapun penggunaan lahan di Kecamatan Tiworo Kepulauan berdasarkan sumber data tahun 2013, berhubung data tahun 2014  belum tersedia. Dari tabel penggunaan lahan di Kecamatan Tiworo Kepulauan tahun 2013 dapat dilihat bahwa sebagian besar penggunaan lahan di Kecamatan Tiworo Kepulauan didominasi oleh hutan Negara sebesar 1.433 ha. (Tabel 3)
B.     Profil Kantor Kecamatan Tiworo Kepulauan Kab. Muna
a.      Keadaan Umum
Kantor Kecamatan Tiworo Kepulauan adalah salah satu kantor yang berada pada lingkup hierarki pemerintah Kabupaten Muna yang terletak dijalan S.goldaria. No 10 Kelurahan Tiworo dengan luas areal kantor sebesar 7.828 M2. Kantor Kecamatan Tiworo Kepulauan dikepalai oleh Seorang Camat dan dibantu oleh Seorang Sekretaris Camat, 2 Sub Bagian dan 3 Kepala Seksi. Selanjutnya Kecamatan Tiworo Kepulauan terbagi kedalam 9 pembagian wilayah Kelurahan/Desa. Untuk lebih jelasnya mengenai pembagian wilayah Kelurahan/Desa di Kecamatan Tiworo Kepulauan dapat dilihat pada tabel 4 :






Tabel 4.
Pembagian wilayah Kelurahan Tiworo Kepulauan



J                       Jumlah


No
Desa/Kelurahan
   Rukun Warga

  Rukun Tetangga



RW

RT
1
Sido Makmur
2

7
2
Wulanga Jaya
2

7
3
Wandoke

2

2
4
Tiworo

2

2
5
Laworo

2

4
6
Waturempe
2

2
7
Waumere

2

4
8
Lasama

3

7
9
Katela

2

2

Jumlah

19

37
           Sumber :     Kantor Tiworo Kepulauan 2014

Berdasarkan tebel 4 menunjukkan bahwa Kecamatan Tiworo Kepulauan terdiri dari 2 Kelurahan  dan 7 Desa. Yaitu Kelurahan Tiworo dengan 2 RW dan 2 RT, Kelurahan Waumere dengan 2 RW dan 4RT, , Desa Lasama dengan 3 RW dan 7 RT, Desa Wulanga Jaya dengan 2 RW dan 7 RT, Desa Sido Makmur dengan 2 RW dan 7 RT, Desa Waturempe dengan 2 RW dan 2 RT, Desa Wandoke dengan 2 RW dan 2 RT, Desa Laworo dengan 2 RW dan 4 RT, Desa Katela dengan 2 RW dan 2 RT.
b.      Struktur Organisasi
Organisasi dalam arti statis adalah wadah yang berupa struktur / bagan organisasi tempat berkumpulnya orang-orang anggota yang melaksanakan tugas dalam mencapai tujuan organisasi. Sedangkan dalam arti Dinamis organisasi merupakan suatu proses penetapan dan pembagian pekerjaan, pembatasan tugas dan tanggung jawab serta wewenang, hubungan kerja, sehingga memungkinkan orang-orang anggota dapat berinteraksi dalam pelaksanaan tugas secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi.  Adapun struktur bagan organisasi kantor camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna dapat dilihat pada Bagai I :.


















Bagan I
STRUKTUR ORGANISASI KANTOR
CAMAT TIWORO KEPULAUAN




CAMAT





TIWORO KEPULAUAN





























KELOMPOK JABATAN




SEKCAM

FUNGSIONAL



































KASUBAG

KASUBAG




KEPEGAWAIAN

PERENCANAAN





































KASI




KASI
PEMERINTAHAN




PEKBANG
DAN




DAN
PELAYANAN MASYARAKAT




PEMBERDAYAAN MASYARAKAT



















a.      Tugas Pokok dan Fungsi
Tugas pokok dan fungsi pegawai kantor kecamatan Tiworo Kepulauan berdasarkan PERDA Kabupaten Muna yakni :
1.     Camat mempunyai tugas melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh pemerintah daerah untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah. Camat sebagaimana yang dimaksud juga menyelenggarakan tugas umum pemerintahan meliputi :
a.     Mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
b.     Mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum.
c.     Mengkoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan.
d.    Mengkoordinasikan dan mengawasi pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum.
e.     Mengkoordinasikan dan mengawasi penyelenggaraan kegiatan pemerintahan ditingkat kecamatan.
f.     Membina penyelenggaraan pemerintah kelurahan.
g.     Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dilaksanakan pemerintah kelurahan.
2.     Sekretaris Kecamatan dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada didalam dan bertanggungjawab kepada camat. Sekretaris  mempunyai tugas membantu camat dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintah dan memberikan pelayanan administrasi kepada seluruh perangkat/aparatur kecamatan. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud maka sekretaris menyelenggarakan fungsi :
a.     Pengumpulan bahan dan petunjuk teknis pelaksanaan tugas-tugas penyelenggaraan tugas urusan kecamatan dan kelurahan serta administrasi.
b.     Penyusunan rencana program tahunanan kecamatan dan kelurahan.
c.     Pelaksanaan pelayanan dan pengelolaan administrasi kecamatan yang meliputi Tata Usaha Umum dan Kepegawaian serta pengelolaan keuangan.
d.    Pengkoordinasian pelaksanaan tugas kepala-kepala seksi.
e.     Perencanaan pengadaan kabutuhan barang inventaris dan pemeliharaannya.
f.     Pelaksanaan evaluasi dan monitoring penyelenggaraan urusan kecamatan dan pengelolaan administrasi Kecamatan.
3.     Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaiaan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagaian tugas sekretaris yang meliputi ; melaksanakan sebagaian tugas sekretariat di Sub bagian administrasi umum dan kepegawaian. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud maka kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi :
a.     Pengumpulan bahan dan petunjuk teknis di sub bagian administrasi umum dan kepegawaian kecamatan dan kelurahan.
b.     Penyusunan kegiatan operasional penyelenggaraan administrasi kecamatan.
c.     Pelaksanaan pembinaan pengisian dan pemeliharaan buku administrasi kecamatan.
d.    Pelaksanaan urusan surat menyurat, mengetik, penggandaan dan tata kearsipan.
e.     Pelaksanaan urusan kesejahteraan dan kepangkatan pegawai lingkup Kantor Kecamatan.
f.     Pelaksanaan urusan rumah tangga dan perlengkapan.
g.     Pelaksanaan urusan keprotokolan.
h.     Pelaksanaan urusan pemeliharaan dan keamanan kantor.
i.      Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Sekretaris Kecamatan.
4.     Kepala Sub Bagian Perencanaan, Pelaporan dan Keuagan Mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagaian tugas bagaian sekretaris yang meliputi ; melaksanakan tugas sekretariat dalam menyiapkan bahan penyusunan laporan hasil pelaksanaan kegiatan kecamatan. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Kepala Sub Bagian Perencanaan, Pelaporan dan Keuangan menyelenggarakan fungsi :
a.     Pengumpulan bahan dan petunjuk teknis pelaksanaan tugas Sub Bagian perencanaan keuangan dan pelaporan.
b.     Perencanaan keuangan dari masing-masing seksi serta membuat laporan tentang penyelenggraan pemerintahan kecamatan dan kelurahan.
c.     Penyediaan dan pemeliharaan data dan informasi kecamatan dan kelurahan.
d.    Pelaksanaan evaluasi kegiatan pelaporan.
e.     Pembuatan laporan secara berkala tentang penyelenggraan kegiatan dibidang perencanaan keuangan dan pelaporan.
5.     Seksi Pemerintahan dan Pelayanan Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada didalam dan bertanggung jawab kepada Camat. Seksi Pemerintahan dan Pelayanan Masyarakat mempunyai tugas membantu Camat  dalam menyiapkan bahan perumusan kebijakan, evaluasi dan pelaporan urusan pemerintahan. Untuk menyelanggrakan tugas sebagaimana dimaksud maka seksi Pemeritahan dan Pelayanan Masyarakat  Menyelanggarakan fungsi :
a.     Pengumpulan bahan dan petunjuk teknis pelaksanaan tugas-tugas penyelenggaraan tugas urusan kecamatan.
b.     Penyusunan rencana dan program kegiatan operasional  penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah kecamatan.
c.     Penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pembinaan penyelenggraan administrasi kependudukan, catatan sipil dan keagrariaan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
d.    Pelaksanaan evaluasi dan monitoring.
e.     Pembuatan laporan secara berkala tentang penyelenggraan pemerintahan di kecamatan.
6.     Seksi Pelaksanaan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada didalam dan bertanggung jawab kepada Camat. Seksi Pelaksanaan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat mempunyai tugas membantu camat dalam menyiapkan bahan perumusan kebijakan evaluasi dan pelaporan urusan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Untuk menyelenggrakan tugas sebagaimana dimaksud maka Seksi Pelaksanaan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat menyelenggarakan fungsi :
a.     Pengumpulan bahan dan petunjuk taknis pelaksanaan tugas Seksi Pelaksanaan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat.
b.     Penyusunan rencana program kegiatan operasional penyelanggaraan Seksi Pelaksanaan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat.
c.     Pengumpulan dan pemeliharaan data potensi wilayah Kecamatan.
d.    Penyusunan pedoman pembinaan pemberdayaan usaha ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan kesejahteraan keluarga.
e.     Pelaksanaan evaluasi dan monitoring.
f.     Pembuatan laporan secara berkala tentang penyelenggaraan tugas Seksi Pelaksanaan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat.
7.     Seksi Pembinaan Kemasyarakatan dan Ketertiban Umum dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada didalam dan bertanggung jawab kepada Camat. Seksi Pembinaan Kemasyarakatan dan Ketertiban Umum mempunyai tugas membantu Camat dalam menyiapkan bahan perumusan kebijakan evaluasi dan pelaporan urusan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud maka, Seksi Pembinaan Kemasyarakatan dan Ketertiban Umum menyelenggarakan fungsi :
a.     Pengumpulan bahan dan petunjuuk teknis pelaksanaan tugas Seksi Pembinaan Kemasyarakatan dan Ketertiban Umum
b.     Penyusunan rencana dan program kegiatan operasional penyelenggaraan Pembinaan Kemasyarakatan dan Ketertiban Umum.
c.     Penyusunan pedoman pembinaan pemberdayaan usaha ekonomi kerakyatan dan pemberadayaan kesejahteraan keluarga dan Keamanan dan Ketertiban Umum di lingkup Kecamatan.
d.    Pelaksanaan evaluasi dan monitoring.
e.     Pembuatan laporan secara berkala tentang penyelenggaraan tugas Seksi Pembinaan Kemasyarakatan dan Ketertiban Umum.
b.      Keadaan sarana dan prasarana kerja
Dalam hal ini yang dimaksud sarana dan prasarana kerja adalah segala sesuatu baik yang bersifat fisik maupun non fisik, yang harus ada atau diadakan dalam organisasi dan dipakai secara langsung maupun tidak langsung dalam menghasilkan sesuatu produk dalam organisasi. Alat fisik misalnya berbagai mesin dan perlengkapan kantor, sedangkan non fisik misalnya pola standar, prosedur, pengetahuan, dan pengalaman juga mempunyai peran strategis dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas organisasi.
Keadaan mengenai sarana dan prsarana fisik dan non fisik dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas pada Kantor Kecamatan Tiworo Kepulauan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel 5.
Keadaan sarana dan prasarana
Kantor Kecamatan Tiworo Kepulauan Kab. Muna.
No
Sarana dan Prasarana
Jumlah
Keadaan
1
2
3
4
5
6
7
8
9

10
11
12
13
14
Mobil dinas
Motor dinas
Mesin pemotong rumput
Komputer
Meja rapat
Kursi tamu
Kursi plastik
Wireless (Alat pengeras suara)
Air Conditioner (Alat pendingin ruagan)
Almari arsip
Meja biro
Meja kerja
Gedung kantor
Aula (Aula Teporombu)
1 Buah
3 Buah
1 Buah
4 Buah
1 Set
1 Set
115 Buah
1 Buah
3 Buah

5 Buah
5 Buah
1 Buah
1 Unit
1 Unit
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik

Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Jumlah
143 Unit/Set/Buah
100 % baik
Sumber  :  Kantor Camat Tiworo Kepulauan Tahun 2014

Keadaan sarana dan prasarana yang tersedia pada kantor Kecamatan Tiworo Kepulauan dapat dinilai cukup memadai dan berkondisi baik dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas-tugas kantor terutama yang bersifat administratif. Seperti dengan telah tersedianya mobil dan motor dinas sehingga dapat mengefektifkan kegiatan Kantor begitupun dengan telah tersedianya 4 buah komputer serta gedung kantor yang sangat menunjang dalam proses kegiatan-kegiatan Kantor.
C.    Karakteristik Responden dan Informan penelitian
Pembahasan tentang karakteristik responden maupun informan penelitian ini dimaksudkan agar dapat dijadikan sebagai landasan asumsi-asumsi dalam menganalisis variable-variabel penelitian. Dimana pembahasan tentang karakteristik responden ini mencakup tingkat pendidikan, Golongan, Umur.. Dengan kata lain penjelasan mengenai karakteristik responden ini sekaligus sebagai penjelasan kondisi para pegawai negeri sipil Kantor Kecamatan Tiworo Kepulauan Kab. Muna.  Data selengkapnya mengenai karakteristik responden tersebut dapat diuraikan secara rinci sebagai berikut : 
a.      Deskripsi Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
Tingkat pendidikan pegawai negeri sipil berhubungan erat dengan kemampuan para pegawai dalam hal melakukan tugas dan tanggung-jawabnya. Asumsi dasar sementara yang dapat dipergunakan adalah semakin tinggi pendidikan seorang pegawai maka semakin taat dan loyal terhadap peraturan yang kemudian berdampak baik terhadap tingkat kedisiplinannya. Demikian pula semakin tinggi pendidikannya, pegawai dapat dipastikan memiliki pemahaman dan kemampuan melaksanakan kegiatan-kegiatan administrasi.  Adapun tingkat pendidikannya Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Kecamatan Tiworo Kepulauan dapat dilihat pada tabel 6 : 
Tabel 6.
Data karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikannya
No.
Tingkat Pendidikan
Jumlah
Presentase (%)
1
2
3
4
SMA/Sederajad
Diploma (D III)
Sarjana (S1)
Magister (S2)
8 Orang
2 Orang
6 Orang
1 Orang
47,06
11,76
35,29
5,88
Jumlah
17 Orang
100
Sumber data :   Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian Kantor Kecamatan Tiworo Kepulauan 2014.
Berdasarkan dari data pada tabel 6 dapat dideskripsikan bahwa pada umumnya responden berpendidikan sampai perguruan tinggi yaitu setingkat diploma (D III) sejumlah 2 orang atau sebesar 11,76 persen, setingkat sarjana (S1) sejumlah 6 orang atau sebesar 35,29 persen dan setingkat Magister (S2) yakni 1 orang atau sebesar 5,88 persen. Kenyataan ini memberikan indikasi bahwa dari segi tingkat pendidikan, Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Kecamatan Tiworo Kepulauan Kab. Muna dapat dikategorikan cukup Tinggi.
Namun demikian, dari data tersebut dapat dilihat bahwa pegawai yang berpendidikan rendah (SMA sederajat) secara kuantitas jumlahnya cukup signifikan yakni sejumlah 8 orang atau sebesar 47,06 persen. Keadaan ini tentu akan memberikan dampak terhadap rendahnya pemahaman pegawai terutama dalam mengoperasikan teknologi komputer dalam menunjang pengelolaan administrasi pelayanan publik di kantor kecamatan baruga.  Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya peningkatan pelatihan bagi pegawai.
b.      Deskripsi Karakteristik Responden Berdasarkan golongan/ Kepangkatan.
Golongan atau tingkat kepangkatan pegawai pada dasarnya disesuaikan dengan tingkat pendidikan sekaligus menjadi kriteria dalam penempatan pegawai pada posisi atau jabatan-jabatan tertentu.  Sebagaimana pada aspek pendidikan, asumsi dasar sementara yang dapat dapat diajukan bahwa motivasi kerja dan kemampuan administrasi pegawai sangat ditentukan oleh golongan dan kepangkatannya.
Mengenai tingkat pendidikannya Pegawai Negeri Sipil pada Kantor kecamatan Tiworo Kepulauan  dapat dilihat pada tabel 7: 
Tabel 7.
Komposisi pegawai menurut pangkat/golongan pada Kantor Kecamatan Tiworo Kepulauan Kab. Muna
No
Pangkat/Golongan
Jumlah
Persentase (%)
1
2
Golongan III
Golongan II
12 Orang
5 Orang
70,59 %
29,41 %
Jumlah
17 Orang
100 %
Sumber data :   Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian Kantor Kecamatan Tiworo Kepulauan, 2014
Berdasarkan data pada tabel 7 dapat dideskripsikan bahwa pada umumnya responden berada pada tingkat kepangkatan golongan III yakni sejumlah 12 orang atau sebesar 79,59 persen. Kenyataan ini memberikan indikasi bahwa dari segi golongan, Pegawai Negeri Sipil pada Kecamatan Tiworo Kepulauan Kab. Muna dapat dikategorikan berada pada tingkat kepangkatan yang cukup Tinggi.
c.       Deskripsi Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Tugas
Masa tugas pegawai memiliki hubungan yang sangat erat dengan pengalaman dalam bekerja dan melakukan tindakan administrasi. Asumsi dasar sementara yang dapat dipergunakan adalah semakin lama masa tugas pegawai semakin berpengalaman, begitu pula sebaliknya. Mengenai masa tugas Pegawai Negeri Sipil pada kantor kecamatan Tiworo Kepulauan  dapat dilihat pada tabel 8: Berdasarkan data pada Tabel 8 dapat dideskripsikan bahwa pada umumnya responden masa kerja pegawai berada pada kisaran 6 - 10 tahun yakni 4 orang atau sebesar 23,53 persen, 11 - 15 tahun 4 orang atau sebesar 23,53 persen, 16 - 20 tahun 1 orang atau sebesar 5,88 dan  26 tahun-keatas yakni sejumlah 5 orang atau sebesar 29,41 persen. Kenyataan ini memberikan indikasi bahwa dari segi masa tugas, Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Kecamatan Tiworo Kepulauan dapat dikatakan pada umumnya memiliki masa kerja atau pengalaman kerja yang cukup memadai.







Tabel 8.
Data karakteristik Responden Berdasarkan Masa Tugasnya
No
Masa Tugas (tahun)
Jumlah
Presentase (%)
1
2
3
4
5
0 – 5
6 - 10
11 - 15
16 - 20
26 – keatas
3 Orang
4 Orang
4 Orang
1 Orang
5 Orang
17,65
23,53
23,53
5,88
29,41
Jumlah
17 Orang
100
Sumber data :   Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian Kantor Kecamatan Tiworo Kepulauan, 2014

Berdasarkan dari data tersebut dapat dilihat bahwa pegawai yang memiliki masa kerja kurang dari 5 tahun atau 0 – 5 tahun yakni sejumlah 3 orang atau sebesar 17,65 persen yang mana jumlahnya sangat kecil dari total jumlah pegawai yang mencapai 17 orang. Keadaan ini tentu akan memberikan dampak terhadap pegawai ini untuk belajar dan mencari pengalaman kerja kepada pegawai yang lebih senior atau pegawai yang memiliki pengalaman kerja lebih tinggi darinya.
D.    Hasil Penelitian
a.   Pemanfaatan Teknologi Komputer
Pemanfaatan teknologi komputer yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah merupakan suatu fungsi dari teknologi komputer yang kemudian dapat memudahkan proses administrasi pelayanan publik pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna.    
Deskripsi mengenai pemanfaatan teknologi komputer  ini dijabarkan sesuai acuan pengumpulan data berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan  pada tanggal 3 Maret  2014 dengan informan penelitian pada waktu dan tempat yang terpisah.  Selanjutnya hasil penelitian yang diperoleh dilapangan akan diuraikan menggunakan pendapat dari Hartono (1999) bahwa unsur-unsur dari pemanfaatan teknologi komputer terdapat 5 aspek yaitu:
1.      Memudahkan Pekerjaan
Adapun memudahkan pekerjaan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bagaimana peran teknologi komputer untuk mempermudah dan mempercepat  proses pekerjaan kantor terutama dalam proses Administrasi pelayanan publik pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan, sehingga pekerjaan Kantor yang dikerjakan dapat selesai tepat pada waktunya.
Mengingat kemampuan komputer yang sangat banyak sehingga dapat memudahkan dalam melaksanakan pekerjaan misalnya :
1).   Kecepatannya yang tinggi dalam melakukan pengolahan data.
        Kemampuan komputer yang paling dirasakan adalah kecepatannya. Komputer dapat melakukan suatu operasi dasar, seperti perhitungan, dalam waktu yang sangat cepat yaitu dalam satuan milli second, micro second, bahkan pico second (triliun operasi perdetik).
2).  Ketepatan dan ketelitian hasil yang diperoleh komputer karena tidak mempunyai mental dan tidak mengenal lelah, sehingga komputer tidak akan mengalami kesalahan, apabila dibandingkan dengan manusia jika lelah, maka mentalnya akan luluh yang  akan berakibat  cenderung untuk berbuat kesalahan.
3).   Memiliki tempat penyimpanan data yang besar, sehingga dapat menyimpan dan memproses informasi yang cukup besar.
Sehubungan dengan maksud tersebut di atas, maka menurut hasil wawancara penulis dengan salah seorang informan mengatakan bahwa;
“Pemanfaatan teknologi komputer dalam hal ini untuk memudahkan pekerjaan Kantor pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna menurut kami belum berjalan dengan optimal hal itu dikarenakan banyaknya perangkat keras komputer di kantor tersebut yang sudah rusak atau tidak layak pakai lagi untuk mengeloleh data, sehingga memperhambat kerja operator tersebut. (wawancara, 4 Maret 2014)

Demikian pula pernyataan salah seorang informan kepada penulis menyatakan bahwa;
“Kami bisa saja melaksanakan pekerjaan Kantor sesuai batas waktu yang telah diberikan hanya kendala yang biasa kami dapatkan yaitu terbatasnya sarana prasarana kantor salah satunya adalah perangkat komputer sehingga masih banyak data dan informasi yang berbentuk arsip yang belum sempat di simpan dalam komputer hal itu menyebabkan penyelesaian pekerjaan kantor menjadi terhambat.(wawancara, 4 Maret 2014)

Berdasarkan informasi yang telah dikatakan oleh dua informan tersebut di atas secara deskriktif dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan Teknologi komputer dalam memudahkan pekerjaan Kantor  pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Belum Terlaksana dengan baik hal itu dikarenakan perangkat keras komputer sudah tidak layak pakai sehingga banyaknya data dan informasi yang berbentuk arsip yang belum sempat disimpan dalam komputer.
2.    Menjamin Keakuratan Data
 Menjamin keakuratan data yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bagaimana teknologi komputer dalam mengolah dan menghasilkan suatu data yang benar-benar valid serta tidak memiliki kesalahan-kesalahan dalam menghasilkan suatu informasi, karena pada saat data yang dihasilkan salah maka akan berefek pada hasil pekerjaan.
Perlu disadari pula bahwa teknologi komputer akan dapat mengolah data menjadi suatu informasi serta diakui keakuratannya  dalam pelaksanaan tugas-tugas administrasi pelayanan publik apabila ditunjang dengan kemampuan operator yang mengoperasikan komputer serta perangkat komputer yang memiliki amplikasi data yang lebih moderen.  
Adapun tehnik pengolahan data pada komputer dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar yaitu:
·         Sistem Batch (Jangka Panjang)
Sistem Batch mengatur transaksi ke dalam kelompok-kelompok pemrosesan. Dalam pendekatan ini, selalu terdapat jeda waktu (time lag) antara titik timbulnya suatu peristiwa ekonomi dan titik dimana peristiwa itu direfleksikan dalam akun-akun perusahaan. Panjangnya jeda waktu tersebut bergantung pada frekuensi pemrosesan batch. Jeda waktu dapat berkisar antara menit ke minggu. Pemrosesan gaji adalah sebuah contoh dari tipikal sistem batch. Peristiwa-peristiwa ekonomi aplikasi,tenaga kerja, muncul secara terus menerus selam periode pembayaran. Pada akhir periode, pembayaran cek disiapkan bersama-sama sebagai sebuah batch.
·         Sistem Real-Time (Jangka Pendek)
Sistem real-time memproses transaksi secara individual pada saat peristiwa ekonomi muncul. Karena record tidak dikumpulkan batches, tidak terdapat jeda waktu antara munculnya peristiwa ekonomi dan pencatatannya. Salah satu contoh dari pemrosesan real-time adalah sistem pemesanan pesawat terbang, yang memproses permintaan jasa dari satu calon penumpang pada saat ia menunggu.
Oleh karena itu sehubungan dengan konsep operasional diatas diperoleh keterangan dari salah seorang informan bahwa;
“Memang dengan penggunaan teknologi komputer dalam mengolah data pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna dapat meminimalkan kesalahan yang terjadi dibanding dengan menggunakan perhitungan secara manual tapi kembali lagi data yang akan diolah benar-benar harus valid sehingga hasil yang akan didapatkan juga benar-benar akurat. Dan mengenai dengan tehnik mengolah data kami hanya menggunakan cara yang sederhana berhubung dengan keterbatasan fasilitas kami dalam mengoperasikan komputer. (wawancara, 4 Maret 2014)

 Berdasarkan hasil wawancara tersebut diatas maka penulis menyimpulkan bahwa tehnik pengolahan data yang digunakan pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna masih bersifat sederhana  hal itu dikarenakan keterbatasan fasilitas operator komputer mengenai teknologi komputer. Tapi meski demikian penggunaan komputer dalam menjamin keakuratan data disepakati oleh pegawai pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan.
3.      Meningkatkan Produktivitas Kerja
   Meningkatkan produktivitas kerja yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bagaimana para pegawai pada Kantor camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna dapat meningkatkan hasil kerjanya terutama pelayanan terhadap masyarakat serta menciptakan terobosan-terobosan baru dengan penggunaan teknologi komputer.
Sebagaimana telah disebutkan  bahwa dengan adanya teknologi komputer maka dapat memudahkan pekerjaan, mempercepat pekerjaan serta meminimalkan kesalahan pada pekerjaan sehingga para pegawai dapat lebih mudah dalam menyelesaikan pekerjaan serta meningkatkan hasil kerjanya.
Sehubungan dengan maksud tersebut di atas, maka menurut hasil wawancara penulis dengan salah seorang informan mengatakan bahwa;
“Dengan penggunaan teknologi komputer memang dapat mempercepat sekaligus mempermudah pekerjaan tapi karena itu biasanya pelaksanaan pekerjaan baru kami laksanakan pada saat mendekati batas waktu yang diberikan karena berpikir dengan adanya teknologi komputer maka semuanya akan terselesaikan tepat pada waktunya.(wawancara 4, Maret 2014).



Hal senada dikatakan salah seorang informan  mengatakan bahwa:

“Dengan adanya teknologi komputer pekerjaan menjadi lebih mudah jadi dikerjakan kapan pun akan bisa cepat terselesaikan berbeda jika menggunakan mesin ketik yang terkesan lamban apalagi jika mengalami kesalahan maka harus mengulang dari awal lagi.(Wawancara 4, Maret 2014)

Apabila memperhatikan hasil wawancara dua informan diatas maka dapat disimpulkan bahwa peranan teknologi komputer dalam meningkatkan produktivitas pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan belum berjalan secara optimal hal itu dikarenakan karna kemudahan yang dihasilkan oleh teknologi komputer sehingga para pegawai pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan terkesan lebih santai dalam menyelesaikan pekerjaannya.
4.      Menciptakan Efisiensi Kerja
Adapun menciptakan evisiensi kerja yang dimaksud dalam penelitian ini adalah menyangkut peran teknologi komputer dalam pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif suatu kegiatan tertentu untuk meningkatkan mutu kerja pegawai.
Selain itu dengan penggunaan teknologi komputer maka akan menghasilkan cara sistem yang efisien, sehingga proses penyelesaian tugas berlangsung tepat waktu dan dengan demikian tidak diperlukan kerja lembur dengan segala implikasinya, terutama meminimalkan biaya yang akan digunakan.
Demikian pula yang dikatakan informan kepada penulis mengatakan bahwa;
“Memang dengan adanya penggunaan teknologi komputer pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Dapat menciptakan evisiensi kerja hal itu dikarenakan pekerjaan menjadi lebih mudah untuk dikerjakan sehingga tidak diperlukan lagi kerja lembur serta meminimalkan biaya yang digunakan dibanding dengan menggunakan mesin ketik yang terkesan lamban terlebih lagi jika terjadi kesalahan maka harus mengulang lagi yang tentu saja menyebabkan penambahan biaya yang akan dikeluarkan. (wawancara 5, Maret 2014).

Dari jawaban informan diatas dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan teknologi komputer dalam meningkatkan eveisiensi pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan sudah berjalan dengan baik, dengan menggunakan  teknologi komputer untuk mempercepat serta meminimalkan biaya yang akan digunakan sehingga dapat mengevisienkan pekerjaannya.
5.      Meningkatkan Evektivitas Kerja
Evektivitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas, kualitas dan waktu) yang telah dicapai yang dimana target tersebut sudah ditentukan terlebih dahulu. Atau pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif.
Dari pengertian evektivitas diatas maka sangatlah perlu dilakukannya peningkatan evektifitas sehingga apa yang menjadi tujuan dapat dicapai sesuai target yang telah ditentukan. Adapun Meningkatkan Evektivitas kerja yang dimaksud dalam penelitian ini adalah menyangkut pencapaian tujuan yang telah ditargetkan dengan menggunakan teknologi komputer pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan.
Pemanfaatan teknologi komputer dalam pengaruhnya terhadap peningkatan efektifitas waktu kerja yaitu karena dengan Penggunaan teknologi komputer maka akan memberikan kemudahan dalam melakukan pekerjaan karena teknologi komputer mampu menyimpan data dan memunculkannya kembali di saat diperlukan. Selain itu adanya  penyediaan suatu sistem informasi yang cepat, tepat dan akurat. Sehingga dengan adanya informasi yang cepat, tepat dan akurat maka akan mempermudah dalam pencapaian tujuan terhadap sasaran yang telah ditargetkan.
Sehubungan dengan maksud tersebut diatas, maka menurut hasil wawancara penulis dengan salah satu informan mengatakan bahwa;
“Dengan penggunaan teknologi komputer memang memiliki peran yang sangat penting dalam peningkatan evektivitas kerja pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna karena kemampuan komputer yang sangat cepat dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan serta keakuratan data yang dihasilkan oleh komputer tapi kembali lagi setiap informasi yang dihasilkan oleh komputer mesti harus diperiksa kembali karena mencegah terjadinya kesalahan yang dihasilkan oleh komputer.(wawancara 5, Maret 2014)

Apabila memperhatikan hasil wawancara di atas maka dapat disimpulkan bahwa peran teknologi komputer dalam peningkatan evektivitas kerja pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna telah berjalan dengan baik hal itu dikarenakan pegawai pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan telah memfungsikan Teknologi komputer dengan baik sehingga dalam melaksanakan pekerjaanya sehingga menimbulkan peningkatan evektivitas kerja pegawai Pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna.
-          Adminstrasi Pelayanan Publik
Efektivitas pelayanan dapat diukur dengan seberapa baik pelayanan yang telah diberikan sehingga pengguna pelayanan dapat terpuaskan dan pelayanan yang diberikan pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan dapat dikatakan sudah berjalan dengan baik hal itu dikarenakan proses pelayanan yang cukup mudah dimana masing-masing loket mengenai jenis pelayanan telah tersedia sehingga warga yang ingin berurusan dapat langsung dilayani sesuai dengan jenis pelayanan yang dibutuhkannya. Adapun jenis-jenis pelayanan pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan yaitu registrasi KTP dan Kartu Keluarga (KK)  yang tercantum dalam PERDA  Nomor 3 Tahun 2007 serta pelayanan perizinan yang terdiri dari pengesahan KTP, Perizinan IMB, dan surat keterangan yang tertuang pada PERDA Nomor 2 Tahun 2006 serta pembuatan akta tanah, hibah serta jual beli. Adapun aspek efektivitas pelayanan yang diberikan aparat pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna, akan dikaji antara lain;
1.   Kesederhanaan Dalam Pemberian Pelayanan
Adapun yang dimaksud dengan kesederhanaan dalam pemberian layanan dalam penelitian ini adalah apakah prosedur atau tata cara pelayanan yang diselenggarakan oleh aparat pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan dalam melayani para responden/masyarakat terhadap berbagai jenis pelayanan seperti surat keterangan kependudukan, pembuatan kartu keluarga, pembuatan akta tanah, dan lain sebaginya. Sudah melakukannya secara sederhana (mudah, lancar, tidak berbelit-belit, mudah dipahami dan mudah dilaksanakan) oleh para responden dalam melakukan pengurusan tersebut.
Untuk melihat selengkapnya hasil tanggapan responden, apakah di dalam melakukan pengurusan masyarakat sudah mendapatkan kemudahan atau kesederhanaan dalam mendapatkan layanan yang diselenggarakan oleh aparat pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna, dapat dilihat dalam table 9 berikut;
Tabel 9
Tanggapan Tentang Kesederhanaan Dalam Memberikan Pelayanan Aparat Pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan
No
Tanggapan
Jumlah
Persentase
1
2
3

Sangat  Sederhana
Kurang  Sederhana
Tidak  Sederhana
36
7
0

83,73
16,27
0

Jumlah
43
100
Sumber : data primer (diolah), 2014
Pada tabel 9 menggambarkan hasil penelitian bahwa mayoritas responden penelitian atau terdapat 83,73 % yang menyatakan bahwa pelayanan yang diberikan oleh aparat pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna sangat sederhana, dalam arti bahwa prosedur ataupun cara pelayanan yang diberikan tidak berbelit-belit di dalam pengurusan surat keterangan kependudukan, pembuatan kartu keluarga, dan pembuatan akta tanah.
Hal tersebut sesuai dengan wawancara dengan beberapa orang informan yang pada intinya mengatakan bahwa;
“Prosedur pelayanan yang diberikan oleh aparat pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan tidak berbelit-belit, begitu kita datang pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan dan meberitahukan keperluan kita langsung ditujukan bagian atau pegawai yang menangani masalah pelayanan (wawancara, 6 Maret 2014)

Senada dengan informan tersebut di atas didapatkan pula pernyataan seorang informan sebagai berikut;
     “Pelayanan apa saja yang diberikan oleh pemerintah sekarang ini sudah semakin baik dan sederhana. Menyangkut adanya tanggapan masyarakat diluar tentang pelayanan yang diberikan oleh aparat pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan semakin menjadi tidak sederhana dan semakin berbelit-belit karena terlalu banyaknya birokrasi yang harus dilewati, itu tidak sepenuhnya benar. Mungkin masyarakat belum terbiasa, saya pikir kalau hal ini sudah sering dilakukan tidak akan dirasakan lagi adanya tanggapan semacama itu(wawancara, 6 Maret 2014).

Sementara terdapat 7 orang atau 16,27 % responden yang memberikan jawaban kurang sederhana. Pada umumnya responden yang memberikan jawaban tersebut adalah responden yang pernah mengurus pengesahan akta tanah dimana mereka mengeluhkan berbelit-belitnya pengurusan yang biasanya memakan waktu yang cukup lama karena mesti Kelurahan terlebih dahulu baru kemudian datang lagi ke Kantor Camat buat disyahkan.
Apabila melihat persentase jawaban responden maupun dari hasil wawancara dapat dikatakan bahwa pelayanan yang diberikan oleh aparat pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan sudah cukup baik dan mudah dari segi prosedurnya dalam arti tidak berbelit-belit/rumit serta mata rantai birokrasi yang dilewati sangat sederhana.
2.   Keterbukaan Dalam Pemberian Layanan
Masalah keterbukaan pelayanan adalah suatu prinsip bagaimana menciptakan kepercayaan timbal balik antara pemerintah sebagai penyelenggara pemerintahan dan penyedia pelayanan dengan masyarakat sebagai pengguna jasa pelayanan pemerintah, melalui penyedia informasi dan menjamin kemudahan di dalam memperoleh informasi yang akurat dan memadai dalam memberikan pelayanan yang baik.
Pelayanan yang baik harus merupakan prioritas yang utama. Oleh karena pelayanan publik harus memperoleh perhatian dan penanganan secara khusus dan sungguh-sungguh, karena merupakan tugas dan fungsi yang melekat pada setiap aparatur pemerintah.
Adapun prinsip keterbukaan dalam pemberian layanan yang dimaksudkan penulis dalam penelitian ini adalah suatu tatacara pemberian layanan, dimana rincian biaya/tarif serta hal-hal lain yang berkaitan dengan proses pelayanan surat keterangan kependudukan, pembuatan kartu keluarga, pembuatan akta tanah, dan lain sebagainya harus disampaikan secara terbuka kepada para masyarakat agar mereka mengetahui dan memahami secara terbuka (transfaran) berapa biaya yang mereka harus keluarkan dalam setiap pengurusan pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan, baik diminta maupun tidak diminta.
Untuk mengetahui selengkapnya hasil tanggapan responden tentang keterbukaan aparat dari segi biaya/ tarif dalam memberikan pelayanan terhadap pengurusan yang diberikan pegawai pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan dapat dilihat dalam table 10
                                 Tabel 10
Tanggapan Responden Tentang Keterbukaan Dalam Pemberian
Layanan Pegawai Pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan
      
No
Tanggapan
Jumlah
Persentase
1
2

Sangat terbuka
Kurang terbuka
Tidak terbuka
39
4
0

90,70
9,30
0

Jumlah
43
100
            Sumber : Data Primer (diolah),2014
Dari tabel 10 tersebut diatas dapat dijelaskan bahwa dari 43 orang responden penelitian terdapat 90,70 % yang menyatakan bahwa pelayanan yang diberikan oleh pegawai pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan sangat terbuka, baik dalam hubungannya dengan biaya pengantar pembuatan KTP dan kartu keluarga maupun dengan biaya pembuatan surat keterangan kependudukan, perizinan keramaian, dan pembuatan akta jual beli tanah.
Hal tersebut di atas sesuai hasil wawancara penulis dengan salah seorang informan yang mengatakan bahwa;
“dalam segala hal, masalah pelayanan pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan menjadi prioritas kami tersendiri, terkait masalah keterbukaan pelayanan mengenai rincian biaya/tarif yang berkaitan dalam proses pelayanan pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan telah menentukan ketentuan tersebut tentang rincian biaya/tarif yang harus dibayarkan oleh masyarakat yang melakukan pengurusan, misalkan biaya pembuatan untuk pembuatan pengantar KTP sesuai PERDA  Nomor 3 Tahun 2007 adalah Rp. 25.000, biaya pembuatan kartu keluarga Rp. 20.000,- saya kira daudara sudah tahu dan mengerti sebagai warga di kecamatan Tiworo Kepulauan Kab. Muna (wawancara 6, Maret 2014).  

Selanjutnya terdapat 4 orang responden atau 9,30 % menjawab kurang terbuka, dengan alasan yang mereka kemukakan bahwa setiap warga masyarakat yang datang berurusan tarifnya tidak selalu sama.
Ketika penulis konfirmasikan kepada salah seorang informan terkait adanya pernyataan masyarakat yang mengatakan pihak pegawai Kantor Camat Tiworo Kepulauan kurang terbuka dalam memberikan pelayanan, informan tersebut menyatakan bahwa;
“Kalau ada biaya pelayanan yang dikeluhkan oleh masyarakat tidak sesuai dengan ukuran harga/biaya yang telah ditentukan atau tidak ada standar yang pasti dan berlaku umum. Kondisi tersebut disebabkan karena umumnya masyarakat yang dilayani selalu ingin mendapatkan pelayanan cepat sehingga menyebabkan terkadang biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan ketentuan yang ada. Apalagi kalau memasuki musim penerimaan pegawai. Disamping itu masyarakat kadang tidak mau melakukan pengurusan sendiri, sering menggunakan jasa orang lain, sehingga membuat celah oknum pegawai untuk melakukan di luar ketentuan yang telah ditentukan yang telah ditentukan (wawancara tgl 6, Maret 2014).

Pernyataan tersebut diatas menegaskan bahwa aparat di Kecamatan Tiworo Kepulauan didalam memberikan pelayanan senantiasa terbuka/transfaran baik dari tata cara pengurusannya maupun dari segi biaya yang harus dibayar oleh masyarakat ketika melakukan berbagai urusan di Kecamatan Tiworo Kepulauan.
3.   Keadilan dalam Pelayanan
Penerapan prinsip keadilan dalam pelayanan merupakan suatu hal yang sulit diukur, namun bukan berarti tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip atau ukuran keadilan yang berlaku umum. Adapun keadilan dalam pelayanan yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah bahwa cakupan/jangkauan pelayanan harus diusahakan seluas mungkin dengan distribusi yang merata dan diberlakukan secara adil bagi seluruh pengguna jasa atau masyarakat dalam mendapatkan pelayanan pada Kantor Camata Tiworo Kepulauan Kab. Muna, tanpa melihat siapa yang dilayani apakah dia seorang pejabat, pengusaha atau masyarakat biasa.
Artinya perwujudan pelayanan yang baik adalah mendapatkan perlakuan yang sama dalam pelayanan terhadap kepentingan yang sama, tertib dan tidak pandang bulu. Maksudnya kalau ada pengguna jasa layanan pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan yang melakukan pengurusan, baik dalam hubungannya dengan biaya pembuatan pengantar KTP dan kartu keluarga maupun dengan biaya pembuatan surat keterangan kependudukan, perizinan keramaian, IMB dan pembuatan akta jual beli tanah harus antri secara tertib, hendaknya semua diwajibkan antri baik antri secara fisik maupun antri masalahnya.
Untuk mengetahui keseluruhan jawaban dari tanggapan responden mengenai keadilan dalam pelayanan pembuatan pengantar KTP dan kartu keluarga maupun dengan biaya pembuatan surat keterangan kependudukan, perizinan keramaian, dan pembuatan akta jual beli tanah, dapat dilihat dalam tabel 11.

                           Tabel 11
Tanggapan Tentang Keadilan Dalam Memberikan Pelayanan Aparat Pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan
No
Tanggapan
Jumlah
Persentase
1
2
3

Sangat adil dalam memberikan jasa layanan
Kurang adil dalam memberikan jasa layanan
Tidak adil dalam memberikan jasa layanan
41
2
0

95,35
4,65
0

Jumlah
43
100
Sumber : data primer (diolah), 2014
Tanggapan responden dari tabel 11 di atas, terlihat bahwa umumnya responden (92,35 %) mengatakan bahwa pelayanan yang diberikan pegawai pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan sangat adil di dalam memberikan pelayanan kepada responden/masyarakat. Dalam arti mereka (pegawai) di dalam melayani semua masyarakat mendapat perlakuan yang sama tidak membeda-bedakan sehubungan dengan berbagai pelayanan yang ada pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna.
Sedangkan responden/masyarakat yang mengatakan kurang adil didalam memberikan pelayanan pegawai pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan kepada para responden terdapat 4,65 %. Dalam arti meskipun pelayanan yang diberikan pegawai pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan  sudah sangat adil di dalam melakukan berbagai pelayanan masyarakat, akan tetapi masih dijumpai adanya karyawan (oknum) yang memberikan pelayanan ekstra kepada orang tertentu, dengan alasan kedekatan (teman, keluarga, satu suku dan lain sebagainya (wawancara dengan responden tgl 8 ,Maret 2014)
Berdasarkan hasil persentase jawaban responden tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa pelayanan yang diberikan pegawai Pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan kepada para pengguna jasa layanan/masyarakat dalam pelayanan pembuatan KTP, kartu kelurga maupun dengan biaya pembuatan surat keterangan kependudukan, perizinan keramaian, IMB dan pembuatan akta jual beli tanah sudah cukup memuaskan para responden yang pernah berurusan pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan tersebut. Karena pegawai dalam memberikan pelayanan sangat adil tanpa membeda-bedakan diantara masyarakat yang datang yang memerlukan pelayanan.
4.   Ketepatan Waktu Pelayan
Ketepatan waktu pelayanan dalam menyelesaikan berbagai macam/bentuk pelayanan merupakan salah satu indikator dalam penyeleggaraan pelayanan kepada masyarakat. Prinsip ini mengandung arti bahwa dalam setiap pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Sehingga masyarakat yang memohon pelayanan tidak perlu harus terus berdiri atau terlalu lama didepan loket urusan atau menunggu untuk waktu yang tidak ditentukan
Adapun dimensi ketepatan waktu yang dimaksud dalam pelayanan diukur dari indikator-indikator sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan waktu penyelesaian singkat, pengukurannya dalah sebagai berikut;
1.         Tepat waktu, dalam arti bahwa tugas pelayanan yang dilakukan oleh para pegawai pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna kepada masyarakat dalam hal ketepatan sasaran dan ketetapan waktu lebih baik.
2.         Kurang tepat waktu, dalam artian tugas pelayanan yang dilakukan oleh para pegawai pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna kepada masyarakat dalam hal ketepatan sasaran dan ketepatan waktu penyelesaian urusan relatif sama (biasa-biasa saja)
3.         Tidak tepat waktu, dalam artian bahwa bentuk pelayanan yang dilakukan oleh para pegawai pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna kepada masyarakat dalam ketepatan arah/sasaran dan ketepatan waktu kurang baik.
Untuk mengetahui keseluruhan jawaban dari tanggapan responden mengenai ketepatan waktu dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan oleh para pegawai pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna, dapat dilihat dalam tabel 12
Tabel 12
           Tanggapan Tentang Ketepatan Waktu Dalam
    Memberikan Pelayanan Aparat Pada Kantor Camat Tiworo   Kepulauan
No
Tanggapan
Jumlah
Persentase
1
2
3

Tepat waktu
Kurang tepat waktu
Tidak tepat waktu
20
0
23

46,51
0
53,49

Jumlah
43
100
Sumber : data primer (diolah), 2014
berdasarkan tabel 12, terlihat bahwa mayoritas responden (53,49 %) mengatakan bahwa pelayanan yang diberikan pegawai pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna tidak tepat waktu didalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam arti mereka (pegawai) di dalam melaksanakan pekerjaannya melayani tugas pelayanan kepada masyarakat, seperti pembuatan pengantar KTP, dan kartu keluarga maupun surat keterangan kependudukan, perizinan keramaian, IMB dan pembuatan akta jual beli tanah tidak memperhatikan ketepatan waktu penyelesaiannya dan  menyulitkan masyarakat.
Senada dengan jawaban responden diatas, juga dikatakan salah seorang informan kepada penulis mengatakan bahwa;
“kami ini memang adalah sebagai abdi masyarakat dan abdi Negara dan sudah sepatutnyalah apabila seorang pegawai didalam menjalankan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat di Kantor senantiasa memperhatikan aspek ketepatan waktu, namun bila pelayanan yang kami berikan terkadang tidak tepat waktu itu dikarenakan kondisi sarana prasarana kantor yang kurang mendukung serta terkadang tidak ada pimpinan ditempat jadi tidak ada yang menandatangani. (wawancara, 8 Maret 2014).

Sementara terdapat 20 orang responden (46,51%) yang menyatakan pelayanan yang diberikan oleh aparat Kantor Camat Tiworo Kepulauan sudah tepat waktu. Dengan alasan yang mereka katakan bahwa pada saat mereka membutuhkan pelayanan, petugas langsung melayani dengan baik dan menyelesaikan urusan mereka dengan segera.
 Dengan melihat hasil persentase jawaban responden pada tabel tersebut di atas yang rata-rata memberikan skor jawaban 59-82 maka dapat disimpulkan bahwa pemberian pelayanan publik dalam hal ini registrasi KTP dan Kartu Keluarga (KK)  yang tercantum dalam PERDA  Nomor 3 Tahun 2007 serta pelayanan perizinan yang terdiri dari pengesahan KTP, Perizinan IMB, dan surat keterangan yang tertuang pada PERDA Nomor 2 Tahun 2006 serta pembuatan akta tanah, hibah serta jual beli pada kantor Camat Tiworo Kepulauan  kurang efektif dikarenakan keterbatasan sarana prasarana disertai dengan jarangnya pimpinan berada ditempat sehingga tidak ada yang menandatangani surat-surat yang dibutuhkan oleh masyarakat.
b.    Aspek Yang Menunjang penggunaan Teknologi Komputer
Dari pembahasan hasil penelitian yang telah dikemukakan dan untuk menjawab rumusan masalah penelitian yang telah dikemukakan di atas, maka aspek yang menunjang penggunaan teknologi komputer dalam menunjang pengelolaan administrasi pelayanan publik pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan antara lain;
1.   Sarana pelayanan
Sarana pelayanan yang dimaksud adalah belum tersedianya sarana pelayanan yang memadai dalam meningkatkan kelancaran dan kualitas pelayanan yaitu perlengkapan kerja yang berfungsi sebagai alat utama dalam rangka pelaksanaan pekerjaan untuk mempercepat proses pelaksanaan pekerjaan, sehingga dapat menghemat waktu. Adapun sarana prasarana yang dimaksud adalah kelengkapan perangkat komputer karena perangkat komputer pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan belum mencukupi sehingga dalam pelaksanakan pekerjaan kantor masih  belum berjalan optimal padahal seperti yang kita ketahui dengan lengkapnya sarana prasarana komputer ditambah dengan kemampuan operator dalam menjalankannya maka dapat menunjang dalam mengelola masalah administrasi pelayanan publik.
2.    Kebijakan Pimpinan
Kebijakan pimpinan yang dimaksud adalah perintah yang dikeluarkan oleh pimpinan biasanya sangat berpengaruh terhadap kinerja pegawai dimana pada saat pegawai kurang mengerti tehadap perintah dari pimpinan maka akan berdampak terhadap hasil kerja pegawai oleh karena itu pimpinan dituntut untuk dapat memberikan perintah yang jelas sehingga pegawai dapat melaksanakan tugas sesuai yang diperintahkan.
E.     Pembahasan
Peranan tekonologi komputer berdasarkan dari konsep yang di ungkapkan oleh Hartono (1999:57) terdiri dari lima aspek dan dikaitkan dengan Teori yang dikemukakan oleh Nurjaman(2004 : 34) yang terdiri dari empat aspek maka hubungan antara kedua teori tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
Pemanfaatan teknologi komputer dalam hal ini memudahkan pekerjaan pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan belum berjalan optimal hal itu dikarenakan masih banyak data dan informasi yang berbentuk arsip yang belum sempat di simpan dalam komputer hal itu disebabkan kelengkapan sarana prasarana dibagian komputer dalam hal ini perangkat keras komputer banyak yang sudah tidak layak pakai  sehingga berpengaruh terhadap ketepatan waktu dalam pemberian pelayanan dimana dari hasil penelitian 53,49% responden mengatakan bahwa pelayanan yang diberikan pegawai pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna tidak tepat waktu didalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Adapun kaitannya dengan aspek pelayanan publik yang lain seperti keterbukaan dalam pemberian layanan, kesederhanaan dalam pemberian pelayanan, dan keadilan dalam pemberian pelayanan ternyata tidak memiliki pengaruh karena melihat dari hasil penelitian yang rata-rata diatas 83-100 dimana responden mengatakan bahwa pemberian pelayanan dalam hal ini kesederhanaan dalam pelayanan, keterbukaan dalam pelayanan serta keadilan dalam pemberian pelayanan sudah berjalan dengan baik hal itu dikarenakan ketiga aspek tadi terletak pada pelayanan yang diberikan pegawai bukan berdasarkan dari hasil dari teknologi komputer begitupun dengan Pemanfaatan teknologi dalam hal ini menjamin keakuratan data pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan sudah disepakati oleh operator komputer pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan, meski tehnik pengolahan data yang digunakan pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan masih bersifat sederhana. Hal itu dikarenakan  fasilitas sarana prasarana kelengekapan perangkat komputer  sebagian sudah tidak layak pakai, hal itu menyebabkan program-program dan amplikasi yang ada didalam komputer tidak semua dapat dimanfaatkan, ditamba lagi amplikasi yang ada dalam fasilitas komputer masih menggunakan amplikasi lama, meski demikian namun tidak mempengaruhi pada proses pemberian layanan yang terdiri dari kesederhanaan dalam pemberian layanan, keterbukaan dalam pemberian layanan, keadilan dalam pemberian layanan serta ketepatan waktu dalam pemberian layanan hal itu dikarenakan pelayanan yang diberikan pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan bersifat sederhana jadi tidak membutuhkan tehnik pengolahan data yang sulit cukup menggunakan tehnik pengolahan data yang bersifat sederhana.
Sedangkan untuk Pemanfaatan teknologi komputer dalam hal ini meningkatkan produktivitas kerja pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna berdasarkan hasil penelitian belum berjalan secara optimal hal itu dikarenakan  kemudahan yang dihasilkan oleh teknologi komputer sehingga para pegawai pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan terkesan lebih santai dalam menyelesaikan pekerjaannya sehingga tidak dapat berkreasi dan menciptakan terobosan-terobosan baru dan kaitannya dalam proses pemberian pelayanan yaitu dimana berdampak terhadap ketidaktepatan waktu dalam pemberian pelayanan sehingga menurut responden terkadang urusan yang sebenarnya bisa diselesaikan hari itu terpaksa harus diambil keesokan harinya. Namun kaitannya dengan kesederhanaan, keterbukaan serta keadilan dalam pemberian pelayanan tidak memiliki pengaruh yang cukup signifikan hal itu dikarenakan pegawai yang memberikan pelayanan sudah mengedepankan prinsip-prinsip pelayanan prima.
Berbeda halnya dengan Pemanfaatan teknologi komputer dalam meningkatkan efisiensi pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan berdasarkan hasil penelitian sudah berjalan dengan baik, dengan menggunakan teknologi komputer untuk mempercepat serta meminimalkan biaya yang akan digunakan sehingga dapat mengefisienkan pekerjaannya meski jika dikaitkan dengan proses pelayanan publik yang diberikan oleh pegawai pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan mengenai ketepatan waktu dalam pemberian pelayanan belum berjalan dengan baik hal itu dikarenakan sesuai yang telah dibahas sebelumnya dimana operator komputer pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan memiliki keterbatasan pengetahuan sehingga berdampak pada ketidaktepatan waktu dalam memberikan pelayanan.
Meski demikian hubungannya dengan kesederhanaan dalam pemberian pelayanan sangatlah berpengaruh dimana dengan pencapaian tujuan secara tepat serta dengan dapat meminimalkan biaya yang akan digunakan maka akan mempermudah pelayanan sehingga proses pelayanan menjadi sederhana. Berbeda dengan keterbukaan serta keadilan dalam pemberian layanan yang tergantung dari cara pemberian pelayanan  yang diberikan pegawai dan tidak tergantung terhadap hasil yang diperoleh teknologi komputer.
Selanjutnya peranan teknologi dalam hal ini peningkatan efektifitas kerja pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna berdasarkan hasil penelitian telah berjalan dengan baik hal itu dikarenakan pegawai pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna telah memfungsikan teknologi komputer dengan baik sehingga dalam melaksanakan pekerjaannya dapat menimbulkan peningkatan efektifitas kerja pegawai pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan. Sehingga dalam kaitannya dengan proses pelayanan publik dalam hal ini kesederhanaan dalam pemberian pelayanan sangat berpengaruh karena dengan memfungsikan teknologi komputer dengan baik maka hasil pekerjaan juga akan baik sehingga dalam proses pemberian pelayanan pun menjadi sederhana begitupun dengan keterbukaan dalam pemberian pelayanan dimana dengan mengerjakan tugas dengan efektif maka akan berdampak terhadap pelayanan yang diberikan baik itu mengenai keterbukaan dalam pemberian pelayanan maupun keadilan dalam pemberian pelayanan.
Adapun kaitannya dengan ketepatan waktu dalam pemberian layanan yang kurang efektif dikarenakan meski pegawai telah efektif dalam melaksanakan pekerjaannya tetapi jika kurang memahami proses pelaksanaan pekerjaan itu sendiri maka penyelesaian tugas akan menjadi terhambat.


BAB V
PENUTUP

A.       Kesimpulan
Berdasarkan atas pembahasan hasil penelitian pemanfaatan teknologi komputer dalam menunjang pengelolaan adminstrasi pelayanan publik pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan Kab. Muna, sebagaimana telah diuraikan dalam pembahasan, penulis dapat menarik beberapa kesimpulan antara lain :
1.      Pemanfaatan teknologi komputer antara lain : memudahkan pekerjaan, menjamin keakuratan data dan  meningkatkan produktivitas kerja pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan  belum berjalan dengan optimal hal itu dikarenakan masih banyaknya data dan informasi yang berbentuk arsip yang belum sempat di simpan dalam komputer serta kurangnya sarana prasarana komputer sehingga dapat menghambat proses administrasi pelayanan publik. Sedangkan pemanfaatan teknologi komputer dalam menciptakan efisiensi kerja serta meningkatkan evektivitas kerja telah berjalan dengan baik pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan karena para pegawai pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan telah memahami memfungsikan teknologi komputer untuk menciptakan efisiensi serta meningkatkan evektivitas kerja.
2.   Aspek yang menunjang penggunaan teknologi komputer terdiri dari tiga item dimana ketiga item tersebut sangat berpengaruh dan saling terkait satu sama lain. Adapun ketiga item tersebut yaitu 1. Sumber daya manusia atau aparat/pegawai yang menangani dan mengelola bagian komputer 2. Sarana pelayanan yaitu berupa kelengkapan perangkat komputer 3. Kebijakan pimpinan berupa keputusan-keputusan yang dikeluarkan oleh pimpinan untuk bawahannya.
B.        Saran-saran
Adapun saran-saran yang ingin penulis ajukan sebagai berikut :
1.      Untuk lebih meningkatkan pemanfaatan teknologi komputer dalam menunjang pengelolaan administrasi pelayanan publik pada Kantor Camat Tiworo Kepulauan, maka disarankan agar segera diadakan pembaharuan atau perbaikan terhadap sarana prasarana  komputer baik itu diperangkat keras maupun perangkat lunak komputer di Kantor tersebut.
2.      Untuk lebih mempercepat dan memperlancar tugas-tugas pelayanan publik diharapkan Camat Tiworo Kepulauan untuk segera menganggarkan pembelian pengadaan kelengkapan sarana prasarana komputer disamping melengkapi perangkat komputer yang sudah rusak parah.



DAFTAR PUSTAKA
Aninom, l987, Metode Penelitian Administrasi, Pedoman Penulisan Usulan Skripsi, FISIP UNHALU, Kendari

Arikunto, S, l987.  Prosedur Penelitian, Bina Aksara, Jakarta.

Arruan Lintje, M.T.1995.Peranan Mesin Kantor dalam Meningkatkan Efisiensi Kerja, pada  PT.Nindya Karya Cabang VI Ujung Pandang, Aksema Atmajaya, makassar.
Blissoner Robert H. 1999.(Computer Annual) Ilmu Komputer, Liberty, Jakarta.
Davis Gardon B.1999.(Introduktion To Computer), PT. Gramdedia, Jakarta
Efendy S.1989. Metode Penelitian.CV. Radjawali, Jakarta.
Fouri William M.1999. (Intoduktion  To The Computer, The Computer, The Tool Of Businnes) Pengenal Komputer untuk Peralatan Bisnis, Erlangga, Jakarta.
Gie Liang The.1971.Administrasi Perkantoran Modern, Liberty, Yogyakarta.
Hartono Jogiyanto. 1999. Pengenalan Komputer, Gunung Agung, Jakarta.
Handayaningrat, Winarno. 1987. Administrasi Dalam Organisasi. Gunung Agung, Jakarta
Manullang 1998. Management Personalia. Ghalia Indonesia. Jakarta.
Moeliono, Anthon. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka, Jakarta.
Moenir. 1998, Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia, Bumi Aksara, Jakarta
Nurdjaman, Progo. 2004. Penyelenggaraan Pemerintahan Umum, Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum Departemen Dalam Negeri, Jakarta.
Poerwadarminta, 1984, Peranana Administrasi, Erlangga, Jakarta.
Rusmadi, Dedy, 1986, Cara Belajar Komputer Secara Praktis, Penerbit M2S, Bandung
Siagian .  l974.Administrasi Pembangunan, Gunung    Agung, Jakarta.
———.l982, Filsafat Administrasi,  Gunung Agung, Jakarta.
———.1976, Peranan Staf Dalam Managemen, Gunung Agung, Jakarta.
 —--—.1988,Sistem Informasi Untuk Pengambilan Keputu­san, CV.Haji Masagung, Jakarta.
———, 1995, “Organisasi Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi”, PT. Gunung Agung Jakarta.
Siauw Soen .1986, Kamus Istilah Personal Computer,  Alumni, Bandung.
Soedjadi. 1994,  O & (Organization and Methods) Penunjang Berhasilnya Proses Manajemen, CV.Haji Masagung, Jakarta.
Oewarno Handajaningrat. l982. Administrasi Pembangunan Dalam Pembangunan  Nasional, Gunung Agung. Jakarta.
Soegiyono. l991. Metode Penelitian Administrasi. Alfabeta. Suryabrata
Sumadi. l987. Metode Penelitian, CV.Radjawali, Jakarta.
Widodo, Joko. 2001. Good Governance, Telaah Dimensi Akuntabilitas dan Kontrol Birokrasi Pada Era Desentralisasi dan Otonomi daerah, Insan Cendeki, Surabaya.















Tidak ada komentar:

Posting Komentar